Kemenhaj Batang Fasilitasi Pembuatan Paspor Calon Jemaah Haji

Riyan Fadli • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 19:04 WIB
JEMPUT BOLA: Salah satu petugas Imigrasi tengah melakukan perekaman foto biometrik kepada calon jemaah haji di Kantor Kemenhaj Batang.
JEMPUT BOLA: Salah satu petugas Imigrasi tengah melakukan perekaman foto biometrik kepada calon jemaah haji di Kantor Kemenhaj Batang. 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Proses persiapan dokumen keberangkatan ke Tanah Suci makin mudah dan praktis. Kantor Kemenhaj Batang berkolaborasi dengan Kantor Imigrasi Kelas I Pemalang menghadirkan layanan jemput bola bertajuk Eazy Passport.

Inovasi ini dinilai sangat efektif karena jemaah calon haji tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk datang langsung ke Kantor Imigrasi Pemalang. Semua proses pembuatan paspor kini didekatkan di Kantor Kemenhaj Batang.

Kepala Kantor Kemenhaj Batang, Siti Mahmudah, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan pelayanan dokumen keimigrasian bagi para tamu Allah.

Tahun ini, dari total 884 jemaah calon haji yang telah dirilis, sebanyak 664 jemaah memanfaatkan layanan pembuatan paspor langsung di Kemenhaj Batang.

“Sedangkan 220 lainnya karena sebagian sudah ada yang punya paspor dan masih aktif. Ada pula yang menunda, masih di luar kota, bahkan karena telah meninggal dunia,” ucapnya.

Baca Juga: Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Korban, 53 Persen Orang Tua, SPPG Bawang Minta Maaf 

Untuk menikmati layanan ini, jemaah harus memenuhi sejumlah persyaratan. Dokumen yang wajib disiapkan antara lain fotokopi KTP berukuran 200 persen, Kartu Keluarga (KK), buku nikah, dan ijazah.

Selain itu, jemaah juga wajib menyertakan bukti Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) dan bukti pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BIPIH).

Mahmudah menambahkan, proses birokrasi sengaja dipangkas agar tidak menyulitkan jemaah, khususnya kalangan lansia. “Segala prosesnya telah dibantu oleh Kemenhaj bersama KBIH, sehingga pelayanan terhadap jemaah lebih efektif dan efisien. Yang lebih praktis lagi, jemaah cukup membayar biaya pembuatan paspor cukup di petugas bank yang disiapkan di dalam Kantor Kemenhaj, besaran biayanya Rp650 ribu untuk masa 5 tahun,” jelasnya.

Layanan jemput bola ini mendapat apresiasi positif dari para jemaah. Muhsinin dan Listiana, pasangan calon jemaah haji asal Desa Sengon, Kecamatan Subah, mengaku sangat bersyukur karena tidak perlu lagi repot pergi ke Pemalang.

 

“Seluruh alurnya ada di sini, cukup beberapa menit, cuma yang agak lama itu waktu ngantrenya. Kalau bisa tolong lebih cepat lagi,” ungkap Muhsinin.

Penantian panjang selama 13 tahun akhirnya berbuah manis bagi Muhsinin dan istri yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 2027 mendatang.

Sebagai jemaah calon haji berkebutuhan khusus, ia merasa tenang karena petugas haji siap mendampingi dan memudahkan proses ibadahnya nanti.

Ia pun menitipkan harapan khusus kepada panitia penyelenggara haji terkait fasilitas di Tanah Suci.

“Semoga tempat menginapnya juga didekatkan karena kondisi fisik yang tidak sempurna dan biayanya pun lebih efisien dengan tidak mengurangi kualitas layanan selama di Mekah dan Madinah,” ujar dia.(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Kemenhaj haji batang