METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan ternyata punya tim khusus yang bertugas memantau kebocoran instalasi pipa.
Namanya Tim Kalong. Di balik namanya yang unik, tim ini punya peran penting menjaga kelancaran distribusi air ke pelanggan.
Diberi nama "Kalong", karena tim ini bekerja dan beroperasi saat malam.
Terdiri dari delapan orang karyawan. Tim Kalong ini rutin tiap malam Sabtu keliling ke area jaringan-jaringan pipa PDAM.
Direktur PDAM Tirta Kajen Nur Wachid menjelaskan, tim ini memang harus bekerja saat malam.
Sebab saat malam itulah tekanan air PDAM sangat tinggi.
"Jadi kebocoran akan lebih mudah terdeteksi. Jika tekanan air rendah, kebocoran-kebocoran kecil tidak akan terdeteksi," jelasnya.
Tugas Tim Kalong ini hanya mencatat titik-titik kebocoran. Tidak sampai turun memperbaiki.
Soal perbaikan kebocoran, PDAM Tirta Kajen memiliki tim teknis tersendiri.
"Tim Kalong ini nanti melaporkan titik mana saja yang ada kebocoran, nanti tim teknis hari berikutnya berangkat ke lokasi untuk memperbaiki," papar Wachid.
Tim Kalong ini sudah ada sejak enam bulan lalu. Dari hasil catatan selama ini, keberadaan Tim Kalong dinilai sangat efektif.
Hampir setiap tim ini bergerak, selalu menemukan titik-titik bocor.
"Kebocoran kecil sekalipun, itu tetap mereka catat," ujarnya.
Nur Wachid mengungkapkan, Tim Kalong sudah terbukti menurunkan tingkat kebocoran jaringan PDAM secara umum dari tahun ke tahun.
Sebelum tim ini terbentuk, tingkat kebocoran mencapai 34 persen. Setelah Tim Kalong beroperasi, tahun 2024 ini tercatat kebocoran menurun. Berada di angka 26-28 persen.
"Kami targetnya menurun lagi ke angka 25 persen dulu. Karena di angka itu, sesuai penilaian Kementerian, tingkat kebocoran 25 persen itu sudah maksimal dan baik," tandasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla