METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Ketua PWNU Jateng Abdul Ghofar Rozin menekankan PCNU Kabupaten Pekalongan harus mandiri secara politik saat momen pilkada 2024 nanti.
Sebab menurutnya denyut Pilkada di tubuh PCNU Kabupaten Pekalongan terasa kuat dibanding cabang lain di Jateng.
Hal itu dikatakan Gofar saat di mimbar Konfercab XVIII PCNU Kabupaten Pekalongan, di Kecamatan Kesesi, Kamis 9 Mei 2024.
Ia mengakui di tiap konfercab belakangan ini denyut Pilkada terasa.
"Ada yang lemah, tapi ada gerakan. Namun di Kabupaten Pekalongan ini tampaknya agak kuat denyutnya," ucapnya.
Ia mewanti-wanti, jangan sampai NU hanya terlihat besar saat jelang Pilkada atau Pilpres saja.
Sebab itu, lanjut dia, NU harus punya kemandirian setidaknya dalam tiga bidang.
Ia berharap Konfercab XVIII PCNU Kabupaten Pekalongan menghasilkan kepengurusan yang memegang tiga kemandirian tersebut.
"Yakni mandiri secara ekonomi, mandiri tradisi, dan yang paling relevan saat ini ialah mandiri politik," pesannya.
Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan Muslih Khudlori tidak sama sekali berbicara soal isu pilkada.
Ia menegaskan, pihaknya akan selalu berdampingan dengan Pemkab Pekalongan dalam mengatasi berbagai permasalahan di Kota Santri.
"Sebab masalah Kabupaten Pekalongan, ya, masalah PCNU juga. Kami akan berdampingan dengan Pemkab (dalam mengatasinya)," ungkapnya.
Sejumlah tokoh hadir dalam Konfercab XVIII PCNU Kabupaten Pekalongan ini.
Di antaranya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun, hingga Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi PKB Sukirman. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla