Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Banyak Kasus Stunting Timpa Keluarga Kaya, Ini Strategi Bupati Fadia Arafiq dalam Mengatasinya

Nanang Rendi Ahmad • Minggu, 4 Agustus 2024 | 02:08 WIB

HARGANAS: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dialog dan menyapa warga saat peringatan Harganas ke-31 di Setda, Selasa (30/7/2024).
HARGANAS: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dialog dan menyapa warga saat peringatan Harganas ke-31 di Setda, Selasa (30/7/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kasus stunting di Kabupaten Pekalongan ternyata tak hanya menimpa keluarga miskin atau kurang mampu. 

Dari total 1.475 anak stunting di Kabupaten Pelalongan, 308 di antaranya merupakan dari keluarga mampu atau kaya.

Bupati Fadia Arafiq menyiapkan strategi penanganan yang tidak pukul rata. 

Fadia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi penanganan dengan membagi tiga kategori kasus stunting.

Pertama, kategori kasus stunting di keluarga tidak mampu. Dua, stunting akibat sakit. Tiga, stunting yang terjadi di keluarga mampu.

Dua kategori pertama, kata Fadia, penanganan bisa dengan pemberian bantuan pangan. Pemkab Pekalongan juga bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memberi bantuan permodalan ke orang tua. 

Namun dalam menangani anak stunting dari keluarga mampu, kata Fadia, harus dengan pendekatan berbeda.

Mereka secara ekonomi tidak butuh bantuan pangan. Sebab mereka mampu memenuhi kebutuhan tersebut. 

"Meski keluarga mampu, belum tentu paham soal gizi maupun cara menyikapi anak yang susah makan. Maka penanganannya harus dengan pemberian edukasi, bukan bantuan pangan," jelasnya saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), Selasa lalu 30 Juli 2024. 

Agar efektif, Fadia merencanakan edukasi diselenggarakan di tiap kecamatan.

Ia meminta dinas-dinas terkait jadi penyelenggara edukasi ini. 

"Per kecamatan saja. Kalau 308 semuanya langsung, malah tidak masuk, tidak efektif," ucapnya. 

Fadia mengungkapkan, kasus stunting ini jadi perhatian khusus Pemkab Pekalongan.

Ia menekankan angka kasus stunting harus turun drastis dalam jangka waktu tertentu.

Dalam peringatan Harganas kemarin Fadia juga meluncurkan 285 Desa/Kelurahan sebagai Kampung Berkualitas (KB).

Terdiri atas 244 kampung KB Dasar, 22 KB Berkembang, 7 KB Mandiri, dan 12 KB Berkelanjutan. 

Seluruh Kampung KB  terintegrasi dengan Layanan Kesehatan Primer Posyandu (ILP).

"Saya berharap setiap Kampung KB mampu terintegrasi semua program dari seluruh OPD dan Pentahelix” tutup Fadia. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #Fadia Arafiq #stunting #Harganas