Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Soal Banjir di Bawah Rel Desa Pacar, Pemkab dan DPRD Kabupaten Pekalongan Upayakan Penambahan Rumah Pompa

Nanang Rendi Ahmad • Selasa, 21 Januari 2025 | 13:34 WIB

TINJAU LOKASI: Ketua DPRD bersama Sekda Kabupaten Pekalongan saat meninjau lokasi banjir di bawah rel kereta api Desa Pacar, Kecamatan Tirto, beberapa waktu lalu.
TINJAU LOKASI: Ketua DPRD bersama Sekda Kabupaten Pekalongan saat meninjau lokasi banjir di bawah rel kereta api Desa Pacar, Kecamatan Tirto, beberapa waktu lalu.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan berencana menambah rumah pompa untuk mengatasi banjir di bawah rel kereta api Desa Pacar, Kecamatan Tirto.

Sementara DPRD menargetkan Februari pengadaan rumah pompa tersebut mesti terealisasi. Sebab jalan di underpass rel kereta api Pacar memang langganan banjir.

Saat banjir, kedalamannya tak tentu. Saat hujan deras, kedalaman genangan bisa lebih dari 80-an sentimeter. Tak jarang kendaraan mogok di tengah genangan.

Warga setempat biasanya memasang portal agar tak ada pengendara nekat menerobos banjir.

Padahal jalan itu merupakan akses utama menuju sejumlah desa Kecamatan Tirto baik dari dan menuju jalur pantura.

Pengendara terpaksa mencari jalur alternatif untuk menghindari jalur ini, meski jarak tempuh lebih jauh.

"Biasanya saya kalau mau dari Kota Pekalongan mau pulang, lebih pilih lewat Samborejo. Lebih jauh, tapi daripada motor rusak kalau memaksa lewat Desa Pacar," kata Nugroho, warga Desa Tanjung.

Beberapa waktu lalu jajaran DPRD dan Pemkab Pekalongan meninjau lokasi. Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir mengatakan, saluran yang seharusnya mengalirkan air ke Sungai Sengkarang tak berfungsi dengan baik. 

Ia menjelaskan, ada dua saluran (drainase) di sana. Satu yang melewati dekat musala, satu lagi yang di bawah bekas ruko-ruko yang sudah dibongkar.

Namun dua saluran ini, kata dia, tak bekerja optimal karena tersumbat. Bahkan drainase yang di dekat musala kedalamannya kurang memadai. 

"Seharusnya 70 sentimeter. Tapi kemarin kami cek, cuma 40 sentimeter. Jadi debit air tak mengalir secara maksimal," jelasnya. 

Pihaknya sudah mengomunikasikan hal ini kepada dinas terkait untuk memperbaiki.

Selain itu juga memang ada rencana penambahan rumah pompa untuk mengatasi banjir di bawah rel kereta api itu.

"Nah ini sedang kami dorong supaya pengadaan barang (rumah pompa) itu dipercepat, Februari awal mudah-mudahan bisa terealisasi," ucapnya. 

Sementara itu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengonfirmasi, pemkab memang merencanakan penambahan rumah pompa.

Ia mengaku mendapat informasi bahwa genangan di bawah rel lambat surut karena pompa sempat kehabisan solar. 

"Saya sempat terkejut ketika mendengar mesin pompanya sampai kehabisan bakar bakar. Karena begitu diisi, selesai. Nah, soal solar ini nanti yang juga akan kami bahas. Mengisi solar ini tanggung jawab siapa, desa atau dinas terkait," ungkapnya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #banjir #Kecamatan Tirto #Desa Pacar #rel kereta