METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Persoalan pencegahan banjir dan rob masih menjadi isu utama warga pesisir Kabupaten Pekalongan.
Warga meminta pemerintah memperkuat tanggul sungai Pencongan (Sengkarang) dan tanggul penahan rob.
Sebab sudah rawan jebol, warga was-was banjir.
Baca Juga: Sistem Penanganan Banjir Rob di Kota Pekalongan Berhasil: 7 Kelurahan Kini Bebas Banjir
Permintaan atau aspirasi itu warga sampaikan kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PAN Ahmad Ridhowi saat menggelar reses di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Wonokerto, Minggu malam 9 Maret 2025.
Dihadiri ratusan orang warga pesisir Kabupaten Pekalongan.
Ridhowi mengatakan, ada beberapa aspirasi yang ia serap dari warga di Pesanggrahan.
Namun paling banyak soal pencegahan banjir dan rob.
Baca Juga: Mantan Petani Degayu Kini Bersuka Cita, Kini Bisa Menggarap Sawah Lagi Setelah 8 Tahun Terendam Rob
Di antaranya permintaan untuk normalisasi drainase, sebab ketika hujan deras air cepat meluap ke pemukiman.
"Selain normalisasi saluran drainase, (yang paling utama) warga juga minta agar tanggul rob dan tanggul sungai Pencongan diperkuat. Karena apabila tidak, itu bisa jebol dan air masuk ke pemukiman warga," katanya Ridhowi.
Selain itu, kata dia, ada pula aspirasi bidang infrastruktur jalan.
Baca Juga: Bendung Gerak Siap Tanggulangi Banjir dan Rob di Kota Pekalongan, Ini Cara Operasionalnya
Warga minta jalan-jalan di pesisir ditingkatkan menjadi rigid agar tak cepat rusak ketika terendam rob atau banjir.
"Kemudian ada pula yang mengusulkan perbaikan tempat ibadah, karena seringnya banjir jadi minta ditinggikan. Jadi permintaan warga ini memang masih seputar pencegahan dam dampak banjir," katanya.
Ridhowi mengungkapkan, aspirasi warga hasil reses ini akan ia bawa ke rapat DPRD untuk dibahas.
Pihaknya akan mencoba mencarikan solusi dari aspirasi yang warga sampaikan. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla