METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Tradisi Syawalan Megono Gunungan 2025 Kabupaten Pekalongan berlangsung meriah.
Tak sampai lima menit, belasan gunungan hasil bumi ludes diperebutkan ribuan orang.
Acara digelar di objek wisata Linggo Asri, Kecamatan Kajen, pada Rabu (7/4/2025).
Acara diawali dengan kirab gunungan hasil kreativitas tiap kecamatan di Kabupaten Pekalongan (total ada 19 kecamatan).
Tiap kecamatan menghias gunungan dengan masing-masing hasil bumi mereka dan dilengkapi megono.
Gunungan ini diyakini membawa keberkahan. Bagi masyarakat yang hadir, memperebutkan gunungan itu merupakan upaya mengalap berkah.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan, acara ini merupakan tradisi yang perlu dilestarikan.
Sebab mengandung nilai-nilai budaya dan ekspresi rasa syukur.
“Saya berpesan kepada masyarakat semua ayo kita lestarikan budaya megono syawalan ini menjadi kebanggaan Kabupaten Pekalongan. Biar Kabupaten Pekalongan bisa terkenal bukan hanya di sekitarnya tapi se-nusantara ,” ujarnya.
Senada diungkapkan Wakil Bupati Sukirman. Ia menyebut tradisi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud syukur, simbol kebersamaan, dan cermin kearifan lokal.
“Megono makanan kita sehari-hari sebagai kuliner khas Pekalongan, tentu bukan sekedar makanan tetapi juga simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan gotong royong. Setiap gotongan megono yang berasal dari olahan nangka muda atau gori diolah bersama rempah-rempah mencerminkan harmoni dalam perbedaan seperti kehidupan masyarakat Pekalongan yang beragam namun rukun dan bersatu," jelasnya.
Dalam kegiatan itu, gunungan kreativitas kecamatan juga dinilai dan dilombakan.
Juara I diraih Kecamatan Talun, juara II Kecamatan Wiradesa, lalu juara III Kecamatan Lebakbarang.
Selain itu juga ada juara Kategori Terfavorit yang diraih Kecamatan Wonokerto, Kategori Terkompak Kecamatan Kesesi, Kategori Terunik Kecamatan Karanganyar.
Kemudian Kategori Terheboh Kecamatan Wonopringgo, dan Kategori Terinspiratif Kecamatan Tirto. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla