Bawa Kota Santri Raih Sederet Prestasi, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Buktikan Kaum Perempuan Mampu Jadi Pemimpin
Nanang Rendi Ahmad• Senin, 21 April 2025 | 05:38 WIB
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menjadi representasi perempuan yang ternyata bisa menjadi pemimpin. Tak hanya bisa, ia membuktikan mampu membawa Kota Santri meraih sederet prestasi. Sosok Fadia Arafiq sebagai Bupati Pekalongan menggugah semangat dan nilai-nilai perjuangan Kartini masa kini.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam suatu kesempatan pernah mengungkapkan bahwa perempuan bisa menjadi apa saja namun harus tetap ingat kodratnya.
Ungkapan tersebut Fadia kaitkan dengan nilai-nilai emansipasi, salah satu semangat yang diperjuangkan Kartini.
"Perempuan adalah mahluk Allah yang luar biasa. Bisa berperan jadi ibu, jadi bapak, bahkan menjadi teman bagi anak-anaknya. Bahkan perempuan dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kaum laki-laki," ungkapnya.
Fadia membuktikan ungkapan itu dengan keberhasilannya duduk di kursi bupati.
Sebelumnya, ia juga pernah duduk sebagai Wakil Bupati Pekalongan pada 2011-2016.
Capaian ini membuat akses layanan kesehatan menjadi mudah dan gratis bagi warga tak mampu.
Selain itu ia juga berhasil mengubah wajah Alun-Alun Kajen menjadi lebih baik.
Revitalisasi Alun-Alun Kajen membuat kawasan tersebut kini menjadi pusat keramaian dan hiburan masyarakat, menjadi ruang bagi pedagang kecil menjajakan dagangannya.
Hasil kiprahnya sebagai bupati sampai saat ini terlihat dalam bidang infrastruktur. Program "Dalane Alus, Rezekine Mulus" yang ia genjot sejak awal menjadi bupati masih terus dijalankan hingga sekarang.
Ia bertekad membuat semua jalan di Kabupaten Pekalongan layak, baik yang di wilayah pesisir, tengah, maupun pegunungan.
Sederet prestasi lain yakni ia mampu membawa Kabupaten Pekalongan meraih sekaligus mempertahankan predikat Wajar tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) selama tiga kali berturut-turut sejak tahun pertama ia memimpin tahun 2021.
Mendapatkan peringkat I (pertama) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada platform Merdeka Belajar se-Jawa Tengah yang sebelumnya berada di peringkat ke-34.
Kabupaten Pekalongan di bawah kepemimpinannya juga meraih Penghargaan Top Fifteen (Top 50) Kelompok Khusus Inovasi Pelayanan Publik tahun 2022 dan 2023.
Lalu Juara II (dua) Indeks Daya Saing Daerah tahun 2023. Meraih Penghargaan Meritokrasi Jawa Tengah untuk kali pertama (2022), dan juga penghargaan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (2024) yang juga kali pertama diraih Kabupaten Pekalongan.
Bagi Fadia, perempuan Indonesia harus dapat mengejawantahkan cita-cita Kartini.
Bahwa kiprah seorang perempuan tidak hanya sekedar di dapur semata, akan tetapi wanita juga bisa dan memiliki hak serta kesempatan yang sama untuk berkarya, mengabdikan diri bagi kemaslahatan masyarakat.
"Perempuan itu lebih pakai hati, lebih pakai perasaan, sehingga apapun yang dilakukan masih memikirkan orang banyak. Jadi ini adalah kelebihan untuk perempuan dan saya pikir perempuan kita harus semangat bahwa semuanya bisa. Perempuan itu diciptakan bukan hanya di dapur tapi juga bisa berkarya," ucapnya.
Meskipun perempuan dapat berkarya, kata dia, tetapi kodratnya sebagai ibu jangan sampai dilupakan.
Batasan-batasan sebagai perempuan tetap harus dijaga, baik secara norma agama maupun sosial.
“Setinggi apapun karir dan jabatan yang diraih perempuan, toh pada akhirnya ia tetaplah seorang istri bagi suaminya, dan seorang ibu bagi anak-anaknya, “ pungkasnya. (nra/ida)