Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kagumi Ponpes Al Fusha, Ini Katanya

Nanang Rendi Ahmad • Kamis, 1 Mei 2025 | 01:07 WIB
ESTETIK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat bersama santriwati pondok pesantren Al Fusha yang tampil dalam panggung Haflah Al Fusha, Sabtu (26/4/2025) malam.
ESTETIK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat bersama santriwati pondok pesantren Al Fusha yang tampil dalam panggung Haflah Al Fusha, Sabtu (26/4/2025) malam.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap Pondok Pesantren Al Fusha.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara Haflah ke-14 Al Fusha, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu malam 26 April 2025.

Fadia mengungkapkan kekagumannya atas peran Al Fusha dalam mendidik generasi muda Pekalongan. 

Dalam menjalankan tugas sebagai bupati, kata Fadia, ia merasa terbantu oleh peran Al Fusha dalam bidang pendidikan. 

"Jujur saya terkagum-kagum bahwa Al Fusha ini ada di Kabupaten Pekalongan, membantu saya sebagai Bupati mendidik anak-anak kami menjadi generasi yang luar biasa," ujar Fadia.

Sebagai pemimpin daerah, Fadia menegaskan dirinya sangat memperhatikan kualitas pesantren di wilayah Kabupaten Pekalongan. 

Ia mengaku, tak segan menegur atau menutup pesantren yang bermasalah.

Namun, selama satu periode kepemimpinannya dan berlanjut hingga ke periode kedua kepemimpinannya, Pondok Pesantren Al Fusha dinilai bersih dari persoalan dan justru menjadi kebanggaan tersendiri.

"Alhamdulillah, sampai saat ini tidak pernah terdengar sedikitpun ada cacat dari Al Fusha. Malah menjadi kebanggaan kami, karena santri-santrinya banyak yang melanjutkan studi dan berkarier hingga ke luar negeri," tambahnya.

Menurutnta, Al Fusha merupakan pondok pesantren yang mampu memadukan pendidikan umum dan agama dengan baik.

"Mau seberapapun uang yang kita punya kalau orang tuanya sudah meninggal kita tidak bisa kirim uang. Kita gak bisa kirim apapun kecuali kirim doa, dan doa itu tidak bisa begitu saja tercipta dan anak-anak kita bisa mendoakan kita, kalau bukan kita yang menciptakan,” ungkapnya.

Fadia juga memuji kreativitas Al Fusha dalam mengajarkan seni kepada para santri, seperti drama, musik, dan tari, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Ia berharap metode ini bisa membekali para santri menghadapi dunia luar tanpa meninggalkan nilai keislaman mereka.

"Al Fusha luar biasa. Ada drama, musik, tari, tapi semua tetap dalam koridor ajaran yang baik dan yang penting sesuai aturan. Sehingga anak-anak kita di pesantren juga tau dunia luar, tau kegiatan-kegiatan yang bagus yang bisa mereka kembangkan setelah mereka lulus nanti," pungkasnya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #Bupati Pekalongan Fadia Arafiq #haflah #Ponpes Al Fusha #kedungwuni #pondok pesantren