METROPEKALONGAN.COM, Buaran - Sebuah kedai sederhana di tengah hamparan sawah di Jalan Pakumbulan–Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, mendadak viral di kalangan pecinta kuliner lokal. Namanya juga unik, yakni Kedai Piker Keri.
Suasana yang alami dengan menu tradisional dan harga bersahabat, jadi magnet utama bagi pengunjung di Kedai Piker Keri.
Kedai ini mulai beroperasi sejak Januari 2024. Meski tanpa promosi besar-besaran di media sosial, kedai ini justru langsung diserbu pengunjung.
Sang pemilik, Eli Maria, mengungkapkan, ide mendirikan kedai ini berasal dari niat untuk membuka lapangan pekerjaan dan memanfaatkan lahan sawah miliknya.
“Saya hanya punya sawah. Lalu saya sulap jadi kedai dengan saung-saung bambu. Ternyata, banyak orang sekarang lebih suka tempat makan yang alami dan estetik,” kata Eli Maria saat ditemui wartawan.
Kedai ini terdiri atas beberapa saung bambu beratap ijuk dan genteng, dikelilingi hijaunya tanaman padi. Pengunjung bisa duduk lesehan sambil menikmati sejuknya angin sawah.
Di awal pembukaan, kedai ini, hanya buka hingga pukul 17.00 WIB. Namun sejak sebulan terakhir, jam operasional diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB dengan konsep angkringan malam.
Salah satu pengunjung, Ibu Sri asal Karangdowo Kedungwuni, mengaku sangat menikmati suasana di Kedai Piker Keri.
“Saya tahu dari teman arisan. Pertama kali ke sini langsung jatuh cinta. Kluban botoknya enak banget, gurih, sedap. Pindang tetelnya juga mantap. Minumannya ada es santan pink dan bubur-buburan, segar semua,” tutur Ibu Sri yang kala itu datang bersama rekan-rekannya.
Selain kluban botok dan pindang tetel, menu andalan lain adalah aneka gorengan, bubur tradisional, dan berbagai minuman segar.
Menariknya, harga semua menu sangat terjangkau, mulai dari Rp2.000 hingga Rp14.000 saja.
“Awalnya saya cuma pasang spanduk promo diskon 50% saat grand opening, belum buat medsos. Tapi alhamdulillah langsung ramai. Setelah itu baru bikin akun TikTok,” tambah Eli Maria.
Kini, Kedai Piker Keri tak hanya jadi tempat makan, tapi juga tempat melepas penat, foto-foto cantik, dan ngopi santai sore hari.
Saung-saung bambu yang berjajar di tengah sawah menjadi latar favorit untuk berswafoto.
Meski ramai, kedai ini tetap buka setiap hari. Bahkan saat lebaran, hanya tutup di hari pertama saja.
Jadi, bila Anda tengah mencari pengalaman kuliner yang berbeda, alami, dan terjangkau, Kedai Piker Keri adalah jawabannya.
Duduk di saung bambu, menikmati kluban dan es santan pink sambil ditemani angin sawah? Piker Keri wae! (rifkahsaffanah/ida)
Editor : Ida Nor Layla