Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Patut Diapresiasi, Guru SDN 01 Langkap Kabupaten Pekalongan Sabar Merayu dan Peluk Siswa yang Minder Masuk Kelas karena Pakai Kerudung Berbeda

Nanang Rendi Ahmad • Kamis, 17 Juli 2025 | 04:20 WIB

MPLS: Suasana MPLS di SDN 01 Langkap, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Rabu (16/7/2025).
MPLS: Suasana MPLS di SDN 01 Langkap, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Rabu (16/7/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Berbagai macam reaksi siswa muncul saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Seperti yang terjadi di SDN 01 Langkap, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Ada siswa yang minder tak mau masuk kelas karena berbeda warna kerudung, ada pula siswa berkebutuhan khusus yang terlalu aktif.

Darsih, guru kelas 1 di SDN tersebut menceritakan,  ia melakukan pendekatan khusus kepada siswa yang terlihat murung dan enggan masuk ke kelas.

Setelah ditanya, ternyata anak tersebut merasa minder karena mengenakan kerudung milik kakaknya yang warnanya agak berbeda.

“Kerudungnya basah karena dicuci, jadi dia terpaksa pakai punya kakaknya," cerita Darsih.

Darsih akhirnya mencarikan kerudung yang tersedia di sekolah untuk anak tersebut.

Setelah dapat dan dikenakan, anak tersebut masih enggan masuk kelas karena kadung minder.

"Saya pakaikan (kerudung yang sesuai), tapi dia tetap sedih. Mungkin sudah kadung minder atau bagaimana. Akhirnya saya peluk dan ajak masuk ke kelas, alhamdulilah mau," ungkapnya.

Selain itu, ada juga anak berkebutuhan khusus yang masih sangat aktif selama MPLS.

Anak tersebut sering berlarian, berteriak-teriak, bahkan masuk ke ruang guru dan mencoba mengambil smartphone para guru.

“Kami sampai harus menutup ruang guru sementara sampai anak itu tenang dan kembali ke kelas,” jelasnya.

Darsih mengaku masih terus mempelajari karakter anak tersebut dan melakukan pendekatan yang lebih khusus.

Sementara tiga anak berkebutuhan khusus lainnya, kata Darsih, tampak seperti anak pada umumnya.

“Mereka hanya sedikit lebih lambat dalam memahami pelajaran, tapi semangat mereka bagus,” katanya.

Rabu 16 Juli 2025, kegiatan MPLS di SDN 01 Langkap diisi dengan perkenalan nama teman lewat permainan dan nyanyian.

Tampak anak-anak yang masih canggung namun tetap ikut bertepuk tangan dan bernyanyi mengikuti arahan.

“Lalu kami isi juga dengan memperagakan contoh perilaku, seperti membuang sampah sembarangan. Anak kami minta menilai dengan jempol jika itu benar atau dengan menyilangkan jari apabila salah,” jelasnya.

Hari-hari berikutnya, kata Darsih, akan diisi dengan kegiatan olahraga bersama, hafalan lagu yel-yel, dan lanjutan tes diagnosis.

“Jadi intinya kegiatan MPLS ini bukan hanya memperkenalkan bangunan sekolah tetapi juga membangun karakter,” tandasnya. (syafikasaffanah /nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#mpls #kabupaten Pekalongan #SDN 01 Langkap #kedungwuni