Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

RSUD Kraton Dorong Deteksi Dini Gangguan Jiwa dan Ingatan Lansia, Gaungkan Slogan "Jangan Maklum Terhadap Pikun"

Nanang Rendi Ahmad • Rabu, 30 Juli 2025 | 23:57 WIB

KESEHATAN: Direktur RSUD Kraton dr. Henny Rosita saat memaparkan materi soal pelayanan psikogeriatri pada lansia dalam lokakarya di Gedung Sekretariat IBI, Kajen, Kabupaten Pekalongan.
KESEHATAN: Direktur RSUD Kraton dr. Henny Rosita saat memaparkan materi soal pelayanan psikogeriatri pada lansia dalam lokakarya di Gedung Sekretariat IBI, Kajen, Kabupaten Pekalongan.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen – RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan turut berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran akan kesehatan jiwa lansia.

Terutama terkait deteksi dini gangguan jiwa dan ingatan pada lansia.

RSUD Kraton mendorong adanya tata laksana yang baik di puskesmas-puskesmas untuk penanganan masalah medis tersebut.

Baca Juga: RSUD Kraton Kini Punya Dokter Sub Spesialis Bedah Vaskuler, Pertama Ada di Wilayah Pekalongan dan Sekitarnya

Peran aktif RSUD Kraton atas isu ini dilakukan langsung oleh Direktur RSUD Kraton dr. Henny Rosita saat menjadi narasumber dalam Workshop (lokakarya) Psikogeriatri, Selasa 29 Juli 2025.

Lokakarya tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (dinkes) setempat di Gedung Sekretariat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pekalongan.

Pesertanya para tenaga kesehatan puskesmas-puskemas se-Kabupaten Pekalongan. 

Baca Juga: Antrean Farmasi Mengular, RSUD Kraton Imbau Pasien Pakai Layanan 'Santri '

Dalam pemaparannya, Henny yang juga seorang dokter spesialis kejiwaan, menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan masalah kejiwaan pada lansia.

Ia menjelaskan, lansia memang memiliki risiko gangguan jiwa. Misalnya kecemasan, depresi, dan demensia (pikun).

"Ini sering sekali terjadi pada lansia, sehingga saya perlu sharing ilmu kepada para tenaga kesehatan puskesmas supaya mereka juga bisa menata-laksana pasien-pasien psikogeriatri ini," katanya.

Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Tinjau Pelayanan Kesehatan Gratis di RSUD Kraton

Selain peran tenaga kesehatan Henny menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam menjaga kesejahteraan mental lansia.

Ia menyoroti mindset kebanyakan masyarakat yang masih menganggap pikun sebagai hal wajar bahkan memakluminya. 

Padahal, kata dia, gangguan daya ingat atau pikun bisa diminimalisasi apabila ada deteksi dini.

Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Tinjau Progres Pembangunan RSUD Kraton Baru, Pengerjaan Tahap Kedua Ditarget Rampung Akhir 2025

Perubahan perilaku lansia dampak dari kepikunan itu juga masih bisa diatasi jika orang-orang sekelilingnya punya kesadaran deteksi dini. 

"Sebagai support system keluarga harus aware (sadar) deteksi dini. Supaya penatalaksanaan bisa sesegera mungkin dilakukan dengan baik oleh tenaga kesehatan. Kalau gangguan perilaku lansia makin parah, atau terlambat ditangani, ini justru akan mengganggu dirinya maupun keluarganya. Ada slogan, 'jangan maklum tehadap pikun'," ujarnya.

Melalui lokakarya ini diharapkan para tenaga kesehatan di puskesmas dapat lebih sigap dalam mengidentifikasi dan menangani masalah kejiwaan lansia.

Baca Juga: Kurangi Antrean Pendaftaran, RSUD Kraton Tambah Mesin APM

Lokakarya ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup lansia sekaligus mengurangi risiko gangguan mental lansia di Kabupaten Pekalongan. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#lansia #Psikogeriatri #kabupaten Pekalongan #pikun #RSUD Kraton #demensia