METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pekalongan gerak cepat menanggapi keluhan masyarakat soal membeludaknya pasien di RSUD Kajen.
Pemkab dan RSUD Kajen memastikan tak akan membiarkan ada pasien telantar atau tak tertampung.
Keluhan warga itu langsung ditanggapi dengan tinjauan Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar ke lokasi, belum lama ini.
Ia mengatakan, sejumlah langkah sudah dilakukan. Salah satunya dengan membagi pasien ke rumah sakit milik Pemkab Pekalongan lainnya, yakni RSUD Kesesi dan RSUD Kraton.
"Intinya kami sudah lakukan langkah jangka pendek dengan merujuk sebagian pasien ke RSUD Kesesi dan RSUD Kraton. Pemkab juga memfasilitasi kendaraan rujukan agar pasien lebih mudah dialihkan. Jadi tidak dilepas begitu saja," ujar Yulian Akbar.
Langkah cepat telah dilakukan sejak peninjauan, hari itu juga. Pemkab langsung menyiapkan ruangan, bed, dan tabung oksigen di RSUD Kesesi dan RSUD Kraton untuk menampung pasien rujukan.
Baca Juga: Direktur RSUD Kajen Juara Kedua Tenaga Medis Teladan Jawa Tengah Tahun 2025
“Hari itu juga langsung kami antisipasi. Bahkan RSUD Kesesi dan RSUD Kraton itu menjemput dan mereka siap menerima pasien dari RSUD Kajen yang overload. Ke depan, sebagai langkah jangka panjang, akan kami tambah ruang-ruangan baru di RSUD Kajen,” jelasnya.
Direktur RSUD Kajen dr. Imam Prasetyo mengapresiasi langkah cepat dan perhatian Pemkab Pekalongan.
Menurutnya, RSUD Kajen memang akhir-akhir ini menjadi rujukan warga dari seluruh penjuru Kabupaten Pekalongan. Sementara kapasitas 300 tempat tidur yang tersedia kerap penuh.
Baca Juga: Peringati Hari Jadi, RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan Menggelar Aksi Peduli
“Tapi sejauh ini alhamdulillah tidak ada pasien yang sampai telantar sih. Sistem antrean tetap jalan, edukasi terus kami diberikan agar pasien mau dirujuk ke RSUD Kesesi serta Kraton yang pelayanannya sama dengan kami," jelas Imam. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla