METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Sebuah surat sederhana dari seorang anak SD sukses mengetuk hati Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Surat tersebut ditulis oleh Aqila Ayunda Syafira, 12, warga Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi.
Isinya, keinginan untuk bisa melanjutkan pendidikan di pondok pesantren dan menjadi hafiz. Namun, niat mulia itu terhalang keterbatasan biaya.
Baca Juga: Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, Bupati Fadia Gaungkan Tumandang Bareng
Uniknya, surat tersebut dikirim Aqila lewat jasa pengiriman. Bukan ke kantor bupati, melainkan ke rumah dinas bupati.
Alasannya, karena khawatir suratnya tenggelam karena tercampur di tumpukan surat-surat kedinasan.
"Iya, katanya kalau dikirim ke kantor, takut tidak terbaca Ibu Bupati," kata Purwoningsih, ibunda Aqila.
Baca Juga: Kado Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, Bupati Fadia Arafiq Hapus Denda PBB-P2 Alias Nol Persen
Ternyata, sebelumnya Aqila sempat bersurat ke Presiden Prabowo. Isinya sama. Namun tak kunjung ada balasan. Tak putus asa, Aqila kembali menulis surat kedua, ditujukan ke Bupati Fadia.
"Rasanya tidak menyangka langsung dapat respons, ibu Bupati datang ke rumah," ucap Purwoningsih.
Aqila yang kini tengah duduk di kelas VI SD itu memang berprestasi. Ia selalu rangking I atau II sejak kelas I SD. Hal ini yang membuat Bupati Fadia makin terketuk hatinya.
Fadia mengaku terenyuh saat pertama kali membaca surat tersebut. Biasanya, tumpukan surat baru sempat dibaca setelah lama menunggu. Tapi kali ini berbeda.
"Kebetulan saya yang nerima, lalu saya buka. Biasanya surat itu bertumpuk. Ya, mungkin sudah rezekinya Aqila," ungkap Fadia saat berkunjung langsung ke rumah Aqilah, Selasa 30 September 2025.
Begitu menerima surat, Fadia memerintahkan camat setempat untuk mengecek kebenaran Aqila dari keluarga tak mampu. Hasilnya, benar bahwa Aqilah berasal dari keluarga sederhana.
Baca Juga: Bupati Fadia Arafiq Pastikan Semua KDMP di Kabupaten Pekalongan Telah Berbadan Hukum
Sang ayah, Wahyono, sehari-hari berjualan bubur kacang hijau keliling dengan penghasilan tak menentu.
"Ya akhirnya saya datangi. Insyaallah, biaya pendaftaran Aqila untuk ke pondok pesantren yang dia inginkan kami bantu. Setelah di pondok, nanti kita lihat apa lagi yang bisa kita support. Yang penting ini pendaftarannya dulu," kata Fadia. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla