METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan bakal turun tangan menangani kisruh internal di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan.
Wakil Bupati Sukirman menyebut, langkah verifikasi dan klarifikasi akan segera dilakukan untuk memastikan jalan keluar.
Terlebih KONI tengah persiapan menghadapi menuju Porprov Jateng 2026. Seperti diketahui, belakangan ini KONI Kabupaten Pekalongan tengah diguncang isu pengunduran diri sang ketua, Rindiansyah Elnofiansyah.
Baca Juga: Jelang Porprov, Ketua KONI Kabupaten Pekalongan Mengundurkan Diri
Namun juga beredar kabar pengunduran diri tersebut belum final. Tapi sampai kini belum ada keterangan resmi dari Rindiansyah soal isu yang berkembang ini.
Wakil Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, apa yang terjadi di KONI itu merupakan dinamika.
Namun segera butuh penaganan karena 2026 Kabupaten Pekalongan harus menghadapi kompetisi Porprov Jateng.
Baca Juga: Edywan Kembali Pimpin KONI Kota Pekalongan, Ini Harapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan
“Memang terjadi dinamika, tetapi kalau untuk perbaikan, tentu pemkab akan memverifikasi ulang. Kami akan meneliti duduk persoalannya seperti apa. Karena 2026 nanti sudah Porprov, jadi ini penting bagi Kabupaten Pekalongan untuk segera mempersiapkan diri,” kata Sukirman.
Ia menambahkan, Pemkab akan segera memanggil Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) untuk mengecek kondisi terkini.
Sekaligus memastikan kesiapan tiap-tiap cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga di Porprov Jateng nanti.
Sukirman menilai, polemik di KONI tidak akan mengganggu persiapan Porprov. Sebab, kata dia, sebagian besar cabor sudah mapan dan tetap menjalankan aktivitas sesuai arahan dari induk organisasi di tingkat provinsi.
"Cabor-cabor ini kan bergerak atas arahan atau rekomendasi dari masing-masing induk organisasi di level Jateng. KONI kabupaten itu sebenarnya hanya memfasilitasi dan melakukan kontrol. Jadi saya kira tidak terlalu berpengaruh,” ujarnya.
Sukirman mengatakan, setelah muncul figur baru di jajaran pimpinan, KONI harus segera melakukan akselerasi penyusunan peta jalan (road map) pengembangan olahraga daerah. Fokus utamanya, kata dia, tetap pada persiapan Porprov.
Baca Juga: Akan Gelar Musorkot 2025, KONI Kota Pekalongan Jaring Calon Ketua Baru yang Visioner
“Setelah ada figur baru, harapannya bisa segera rembugan dengan pemerintah soal ketersediaan anggaran, lalu kami laporkan ke DPRD. Yang penting, pemimpin baru ini harus paham manajemen organisasi,” pesannya.
Menurutnya, sosok ketua KONI mendatang harus memiliki visi luas, jaringan kuat, dan keberanian berinovasi.
“Ngopeni olahraga itu kan memang seksi tapi mahal. Jadi harus punya terobosan, jangan hanya bergantung pada hibah pemerintah,” pungkasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla