METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Korban tipu-tipu calo rekrutmen taruna Akpol (Akademi Kepolisian) asal Kabupaten Pekalongan yang tengah ramai diberitakan, sempat down (mental terguncang) dan kecewa berat. Namun kini kondisinya sudah semakin membaik setelah kuliah.
"Awal, memang sangat-sangat kecewa, down juga, akhirnya ya sekarang sudah agak ringan, karena kan juga sudah kuliah," kata Dwi Purwanto, ayah korban.
Dwi mengungkapkan, tahun sebelumnya, anaknya memang pernah mendaftar rekrutmen Akpol.
Baca Juga: Calo Sertifikat di Pemalang, Jaminkan Tanah Korban ke Bank, Bawa Kabur Uang Ratusan Juta Rupiah
Itu memang keinginan sang anak sejak SMA. Namun Dwi tak cawe-cawe, anaknya mengurus pendaftaran sendiri.
"Ya, karena minat, dia daftar dan gagal," ucapnya.
Tahun ini merupakan percobaan kali kedua. Tak hanya gagal, tapi juga tertipu. Dwi mengatakan, bujuk rayu para calo awalnya sangat meyakinkan.
Bahkan anaknya dimasukkan ke bimbingan belajar (bimbel) di Kediri, Jawa Timur, untuk bisa masuk Akpol.
"Yang mencarikan bimbelnya juga dari mereka," ungkapnya.
Lucunya, setelah anak Dwi dinyatakan gagal pada seleksi tahap pertama, para calo masih tetap menyuruh anaknya berangkat bimbel.
Baca Juga: Jangan Lewat Calo, Klaim JHT Mudah Bisa Mandiri Lewat Aplikasi JMO
"Ya mungkin itu siasat meeka untuk menutupi semuanya," ujarnya.
Dalam bujukan para calo selama ini, Dwi bukan tanpa kecurigaan.
Ia sebenarnya sudah menaruh kejanggalan. Terutama saat mereka meminta Dwi segera menyediakan uang senilai Rp 1,5 miliar.
"Jadi kan perjanjian awal suruh bayar Rp 500 juta sebagai uang tanda keseriusan saja. Sisanya (Rp 3 miliar) dibayarkan setelah anak saya pantukhir pusat (pemantauan akhir). Tapi kok kemudian setelah Rp 500 juta itu, minta lagi Rp 1,5 miliar. Di situ saya sebenarnya sudah curiga, tapi ya gimana, akhirnya saya bayar," bebernya.
Dwi mau menyerahkan Rp 1,5 miliar itu karena para calo meyakinkan, uang itu hanya untuk ditunjukan kepada 'Babe'.
Babe merupakan orang yang disebut-sebut sebagai jenderal dan akan mengurus kelolosan anak Dwi.
Baca Juga: Dua Anggota Polres Pekalongan Dilaporkan ke Polda Jateng Atas Dugaan Penipuan Rekrutmen Akpol
"Ya, katanya untuk di-showing-kan saja ke Babe itu. Untuk menunjukan bahwa saya memang ada uang," ucapnya.
Dari Rp 3,5 miliar yang diminta para calo, sampai saat ini Dwi sudah menyerahkan senilai Rp 2,65 miliar.
Itu dibayar bertahap sebanyak enam kali. Pertama Rp 500 juta (uang muka), lalu Rp 1,5 miliar, Rp 300 juta, Rp 50 juta, Rp 200 juta, terakhi Rp 100 juta.
Baca Juga: Bisnis Properti Impian Berujung Penipuan, Warga Weleri Minta Bantuan Hukum
Uang itu ada yang diserahkan secara tunai (cash), ada pula yang transfer ke rekening terduga pelaku atas nama Joko.
Dalam menyediakan uang sebanyak itu, Dwi dapatkan salah satunya dari menjual dua mobil mewahnya, yakni Rubicon dan Mini Cooper. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla