Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sedang Rehabilitasi, Atap SMAN 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan Malah Roboh, Dua Pekerja Luka

Nanang Rendi Ahmad • Rabu, 31 Desember 2025 | 04:14 WIB

ROBOH: Kondisi di lokasi sehari setelah atap roboh, SMAN 1 Wiradesa, Selasa (30/12/2025).
ROBOH: Kondisi di lokasi sehari setelah atap roboh, SMAN 1 Wiradesa, Selasa (30/12/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Atap bangunan baru SMA Negeri 1 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, roboh saat proses rehabilitasi.

Insiden ini menyebabkan kerusakan pada dua setengah ruang kelas dan mengakibatkan dua pekerja bangunan luka ringan. Peristiwa terjadi pada Senin siang 29 Desember 2025, namun baru gempar pada malamnya.

Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiharto mengatakan, pihaknya bahkan mengetahui informasi tersebut dari media sosial kemudian datang ke lokasi pada pukul 22.30. 

“Tidak ada laporan resmi yang masuk ke kami. Kami pun mengecek ke lokasi pas malamnya," katanya.

Baca Juga: Dinkes Batang dan POPTI Gencarkan Skrining Masal Talasemia ke Sekolah

Dari hasil pengecekan awal di lokasi, bangunan yang terdampak robohan atap mencakup dua setengah ruang kelas.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. “Korban hanya dua pekerja dan mengalami luka ringan,” ucapnya.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pekalongan untuk langkah lanjutan.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti robohnya atap bangunan tersebut.

Baca Juga: Wujudkan Sekolah sebagai Rumah Kedua yang Aman, Kepala Disdikbud Batang Diganjar Abdi Nagari Award 2025

“Jadi untuk sementara penyebab robohnya atap bangunan ini belum diketahui,” imbuh Maman.

Informasi diterima, proyek tersebut dikerjakan oleh CV Tunjung Steel Construction asal Semarang.

Sehari setelah kejadian atau Selasa (30/12/2025) mereka mendatangi lokasi.

Perwakilan mereka, Faisal Ardiansyah, mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja. 

Baca Juga: Pihak Sekolah Sudah Selesaikan secara Internal, Anehnya Laporan Polisi Tetap Dilanjutkan

Ia mengungkapkan, bangunan belum diserahterimakan kepada pihak sekolah maupun Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin).

“Ini murni kecelakaan kerja dari tim kami. Proyek belum serah terima, jadi masih menjadi tanggung jawab penyedia jasa,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak penyedia jasa masih memiliki waktu pengerjaan hingga 50 hari kerja ke depan, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami masih diberi waktu. Sampai nanti dari dinas menentukan toleransi waktu tambahan. Tanggung jawab penyelesaian tetap di penyedia jasa,” katanya.

Baca Juga: Luas Tanam Jagung Program Sekolah Lapang di Kabupaten Pekalongan Lampaui Target Nasional

Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah XII Sukamto menyampaikan, proyek tersebut merupakan pekerjaan rehabilitasi gedung yang sedianya rampung pada 31 Desember.

Karena belum dilakukan serah terima, seluruh tanggung jawab masih berada di pihak rekanan.

“Kami beri waktu lagi untuk menyelesaikan. Secara aturan, maksimal bisa 50 hari,” ucapnya.

Sukamto menilai robohnya atap diduga akibat kesalahan prosedur pelaksanaan pekerjaan.

Baca Juga: Sekolah Wajib Terima Anak Disabilitas, Wali Kota Pekalongan Tegaskan Tanpa Pengecualian

“Kemungkinan karena kejar target, sehingga prosedurnya tidak optimal,” katanya.

Ia menambahkan, rehabilitasi dilakukan pada bangunan lantai I dan II, dengan komposisi material sekitar 20 persen material lama dan 80 persen material baru. Rangka atap menggunakan kayu jenis bengkirai. 

“Pekerjaan sebenarnya sudah mendekati tahap finishing, tinggal bersih-bersih. Tapi malah roboh,” pungkasnya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#SMAN 1 Wiradesa #kabupaten Pekalongan #atap sekolah ambrol #SMA Negeri 1 Wiradesa #atap roboh