Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Atasi Banjir, Pemkab Pekalongan Rencana Tambah Rumah Pompa dan Koordinasi dengan Pemkot Pekalongan

Nanang Rendi Ahmad • Rabu, 21 Januari 2026 | 01:35 WIB

TINJAU LOKASI: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat berjalan menuju lokasi banjir dan posko pengungsian masjid Nurul Hasan, Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Senin (19/1/2026).
TINJAU LOKASI: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat berjalan menuju lokasi banjir dan posko pengungsian masjid Nurul Hasan, Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Senin (19/1/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan merencanakan akan menambah rumah pompa sebagai langkah mengatasi banjir yang hampir tiap tahun melanda.

Saat ini sedikitnya sudah ada delapan rumah pompa di wilayah utara Kota Santri.

"Insyaallah akan kami rapatkan kembali untuk menambah beberapa rumah pompa lagi," kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat meninjau banjir di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Senin 19 Januari 2026.

Selain rencana itu, Pemkab Pekalongan juga akan membuka kemungkinan koordinasi dengan Pemkot Pekalongan.

Baca Juga: Banjir Rendam Pekalongan, Alfamart Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Darurat

Mengingat wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan berbatasan langsung serta berada di daerah dengan aliran sungai besar yang sama.

"Banjir Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan itu sama-sama terdampak dari limpasan Sungai Bremi-Meduri. Maka nanti kami akan berkoordinasi agar bagaimana mengatasi PR ini bersama," ucap Fadia.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul mengatakan, pada saat banjir kemarin delapan rumah pompa berjalan normal.

Baca Juga: Tanggap Bencana, BPJS Kesehatan Pekalongan Gelontorkan Bantuan Sembako dan Obat-obatan untuk Korban Banjir

Ia mengaku mengecek sendiri ke semua rumah pompa tersebut untuk memastikan beroperasi normal. 

"Mungkin karena elevasi ketinggian air laut itu lebih tinggi, jadi mungkin sebagian juga airnya muter lagi balik ke daratan. Jadi di daratan, air lambat surut, padahal riilnya tersedot," ungkapnya. 

Selasa 20 Januari 2026, banjir di Kabupaten Pekalongan sudah mulai surut. Jumlah pengungsi juga berangsur berkurang. Kepala Desa Pait, Kecamatan Siwalan, Muhammad Yusuf mengatakan, total pengungsi di dua posko tinggal 96 orang. 

Baca Juga: Fraksi PKB Bantu Logistik-Pasir untuk Korban Banjir Sragi-Siwalan

"Masih ada pengungsi di posko kantor kecamatan 31 orang, di pabrik PT Lokatex 65 orang. Yang belum pulang karena memang di beberapa titik genangan belum surut signifikan," ungkapnya. 

Pengungsi di Kecamatan Tirto yang semula ribuan kini juga turun menjadi ratusan. Camat Tirto Siswanto mengatakan, total jumlah pengungsi kini tinggal 939 orang. Hari sebelumnya, jumlah pengungsi 1.783 orang. 

"Sebanyak 939 pengungsi Itu tersebar di 10 posko di empat desa," katanya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#rumah pompa #kabupaten Pekalongan #banjir #Bupati Pekalongan Fadia Arafiq #pekalongan