METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, memaksa ratusan warga mengungsi.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq turun langsung meninjau lokasi terdampak, termasuk Desa Karangjompo dan Desa Tegaldowo, pada Sabtu 24 Januari 2026 lalu.
Peninjauan dilakukan dengan menggunakan perahu karet milik BPBD. Rombongan bupati menyusuri kawasan permukiman di sisi timur tanggul Sungai Pencongan yang masih tergenang air.
Selain memastikan kondisi warga, peninjauan juga difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pengungsi.
Baca Juga: Ratusan Hektare Sawah di Kandeman Puso, Petani Menjerit Diserang Burung dan Banjir
Di Desa Tegaldowo bagian barat, Fadia meninjau dapur umum yang melayani warga terdampak banjir. Dapur umum tersebut menjadi penopang utama kebutuhan makan pengungsi yang tersebar di sejumlah titik.
Sejumlah bantuan bahan pangan seperti beras, telur, dan minyak goreng disalurkan untuk menunjang operasional dapur umum.
Menurut Fadia, banjir kali ini terjadi hampir merata di wilayah Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Pekalongan.
Baca Juga: PAUD di Kota Pekalongan Bangkit Usai Banjir, Belajar Anak Dilakukan secara Bertahap
Kondisi tersebut membuat penanganan menjadi tidak mudah karena terjadi secara bersamaan di banyak daerah.
Pengungsi, lanjut dia, tersebar di beberapa lokasi. Bahkan, di salah satu titik jumlah pengungsi mencapai sekitar 350 orang.
“Untuk kebutuhan makan kami upayakan tetap tercukupi. Tidak berlebihan, tapi tidak sampai kekurangan,” katanya.
Selain dapur umum, pemerintah daerah juga memantau kesiapan infrastruktur pengendalian banjir, terutama rumah pompa di Desa Tegaldowo.
Baca Juga: Banjir Pekalongan Hari ke-10, Dapur Umum Jadi Simbol Kuatnya Kolaborasi Warga
Fadia menyebut seluruh rumah pompa pada prinsipnya berfungsi, termasuk rumah pompa yang baru dibangun tahun lalu.
Namun, tingginya debit air dan meluapnya sungai membuat proses penyedotan air tidak berjalan optimal.
“Air sungai meluap dan debitnya terlalu tinggi, sehingga air dari permukiman sulit dibuang ke sungai,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kata Fadia, telah menerima laporan kebutuhan mendesak dari pemerintah desa setempat.
Baca Juga: Tak Sekadar Bansos, Ini Cara Polres Pemalang Pulihkan Trauma Korban Banjir Pulosari
Salah satunya permintaan pengadaan pompa fleksibel untuk mempercepat surutnya genangan. Pengadaan alat tersebut dijanjikan akan direalisasikan dalam waktu dekat.
Terkait persoalan tanggul sungai, Fadia menegaskan bahwa kewenangan perbaikan berada di pemerintah provinsi.
Meski demikian, pemerintah kabupaten tetap melakukan langkah darurat di lapangan, seperti pemasangan karung penahan air, sambil berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla