Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Hampir Sebulan Banjir di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Belum Surut

Nanang Rendi Ahmad • Kamis, 12 Februari 2026 | 19:10 WIB

BELUM SURUT: Kondisi banjir di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Kamis (12/2/2026).
BELUM SURUT: Kondisi banjir di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Kamis (12/2/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Sudah 27 hari banjir menggenang Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Terutama di tiga desa yakni Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo. Warga masih mengungsi, sebagian memilih pulang meski rumah mereka terendam.

Pantauan di lokasi banjir di Desa Mulyorejo, genangan di jalan utama desa sudah lumayan surut.

Baca Juga: Banjir Jadi Rutinitas, BPBD Kota Pekalongan Ditingkarkan Statusnya Jadi Dinas

Sebelumnya, saat awal banjir, genangan di jalan tersebut mencapai pinggang bahkan ada yang setinggi dada orang dewasa. 

"Ini sudah mulai surut, meskipun masih agak tinggi. Kalau di permukiman ada yang masih 60-70 sentimeter," kata Kepala Desa Mulyorejo Zamroni ditemui di lokasi, Kamis (12/2/2026). 

Genangan mulai surut itu, kata Zamroni, yang membuat sebagian pulang dari pengungsian meskipun di dalam rumah mereka masih terendam.

Baca Juga: TMMD 2026 Benahi Jalan Bandengan, Antisipasi Banjir dan Rob

Alasannya untuk menengok kondisi rumah sekaligus menjaga harta benda. Jumlah pengungsi sekarang berangsur berkurang menjadi 237 jiwa.

"Pas puncak banjir, tembus 400-an lebih yang mengungsi. Waktu memang kami evakuasi, terutama yang lansia dan anak-anak," ucapnya.

Hal yang paling membuat warga resah, lanjut Zamroni, ialah lumpuhnya perekonomian akibat banjir berkepanjangan ini.

Baca Juga: Warga Tiga Desa Geruduk Kantor Kecamatan Tirto, Nilai Pemkab Pekalongan Lamban Tangani Banjir

Mereka tak bisa bekerja lantaran tak ada juragan yang menjalankan usaha karena juga terdampak.

"Sini kan rata-rata batik dan konveksi. Lah bagaimana, ada banjir begini otomatis kan tidak jalan usahanya. Jadi warga yang biasa bekerja ya tidak bekerja," ungkapnya.

Zamroni mengatakan, warga sangat berharap pemerintah daerah hingga provinsi turun tangan menangani persoalan banjir secara serius.

Baca Juga: Warga Desa Pacar Meninggal di Posko Pengungsian Banjir Dupantex Kabupaten Pekalongan

Ia menyebut banjir di Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo sudah menjadi rutinitas tahunan yang tak kunjung terselesaikan.

Ia mengapresiasi penanganan dari pemerintah daerah yang telah dilakukan seperti mendatangkan mobil pompa air dan distribusi logistik.

Tapi warga masih berharap ada penyelesaian secara menyeluruh agar banjir tak lagi menggenang Kecamatan Tirto. 

Baca Juga: Wilayah Terendam Banjir, Warga Pekalongan Kini Bisa Ajukan Pompa Mobile

"Ini tiap tahun masyarakat selalu dihantui banjir. Harapannya akar masalahnya segera diselesaikan, supaya ke depannya warga bisa hidup aman dan tentram” ujarnya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #banjir #mulyorejo #pekalongan #tirto #tegaldowo #Karangjompo