Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Satu Tahun Kepemimpinan Fadia-Sukirman: Ekonomi Tumbuh, Menuju Pemerataan Berkelanjutan

Nanang Rendi Ahmad • Senin, 23 Februari 2026 | 18:49 WIB

AKRAB: Bupati Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Sukirman saat menyapa anak-anak penyandang disabilitas saat peringatan Hari Disabilitas Internasional.
AKRAB: Bupati Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Sukirman saat menyapa anak-anak penyandang disabilitas saat peringatan Hari Disabilitas Internasional.


METROPEKALONGAN COM, Kajen - Fadia Arafiq-Sukirman genap satu tahun memimpin Kabupaten Pekalongan. Berbagai indikator makro menunjukkan tren positif, menandai arah kebijakan yang kian terukur dalam mewujudkan visi Kabupaten Pekalongan yang maju, adil dan sejahtera.

Tahun 2025 telah digunakan oleh Fadia-Sukirman untuk penguatan fondasi ekonomi dan sosial. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan tercatat sebesar 6,26 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan kebangkitan sektor riil serta semakin menguatnya daya beli dan aktivitas produksi masyarakat.

Perbaikan ekonomi berdampak langsung pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 tercatat 3,24 persen, turun dibanding tahun 2024 sebesar 3,30 persen. Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata provinsi maupun nasional.

Di saat yang sama, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 77,27 persen, mencerminkan semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam aktivitas produktif. Program pelatihan kerja, penguatan UMKM, serta kolaborasi dengan sektor industri menjadi faktor pendorong utama.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pekalongan tahun 2025 juga naik 0,55 poin dibanding sebelumnya. Angkanya menjadi 72,71. Peningkatan ini ditopang oleh seluruh komponen penyusunnya.

Umur Harapan Hidup naik menjadi 74,59 tahun. Harapan Lama Sekolah meningkat menjadi 12,63 tahun. Rata-rata Lama Sekolah bertambah menjadi 7,50 tahun. Sementara pengeluaran per kapita disesuaikan meningkat menjadi Rp12,185 juta.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Pemerintah hanya menjadi penggerak, tetapi kekuatan sesungguhnya ada pada kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” ujar Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

Upaya penanggulangan kemiskinan menunjukkan hasil nyata. Angka kemiskinan tahun 2025 turun menjadi 8,05 persen, lebih rendah dibanding tahun 2024 sebesar 8,95 persen. Capaian ini bahkan lebih baik dibanding angka nasional dan Provinsi Jawa Tengah.

Kemiskinan ekstrem pun berhasil ditekan secara signifikan. Intervensi berbasis data, penguatan jaring pengaman sosial, serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi strategi kunci.

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pemerataan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan,” tegas Fadia.

Komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan tercermin dari penurunan prevalensi stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting turun dari 28,60 persen pada 2021 menjadi 19,50 persen pada 2024.

Penurunan signifikan ini mengantarkan Kabupaten Pekalongan meraih Juara I Penurunan Prevalensi Stunting Terbesar Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Kolaborasi lintas sektor, mulai tenaga kesehatan, kader PKK, hingga pemerintah desa menjadi kekuatan utama.

Satu tahun pertama kepemimpinan Fadia–Sukirman menjadi fase peletakan fondasi yang kokoh. Tren positif pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan IPM, serta keberhasilan menekan stunting menjadi indikator bahwa arah pembangunan berada di jalur yang tepat.

Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Kabupaten Pekalongan menatap masa depan dengan optimisme menuju daerah yang semakin maju, adil, dan sejahtera. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Wakil Bupati Pekalongan Sukirman #Sukirman #capaian #Bupati Pekalongan Fadia Arafiq #setahun kepemimpinan bupati #Fadia Arafiq