METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Wakil Bupati Pekalongan Sukirman akhirnya buka suara soal geger Bupati Fadia Arafiq ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Ia yang ruangannya tak ikut disegel KPK, tampak berkantor pada Rabu 4 Maret 2026.
Hari sebelumnya, Sukirman tak nampak di kantornya. Saat itu tengah berada di Semarang, menghadiri kuliah umum di Universitas Semarang.
Sukirman dikabarkan bungkam saat awak media bertanya tentang penangkapan Fadia.
Baca Juga: Usai Diperiksa, KPK Boyong Pejabat Pemkab Pekalongan ke Jakarta
Tapi kali ini ia sudah mau berbicara. Sukirman mengaku prihatin atas situasi yang terjadi menyusul penetapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka oleh KPK.
"Kami sama-sama menyampaikan kesedihan dan keprihatinan. Ibarat satu keluarga, ada yang kena musibah. Kita doakan Bu Fadia semoga segera ada penyelesaian yang baik. Kita hormati proses hukum yang berjalan,” ujarnya.
Dia memastikan pelayanan publik tetap berlangsung normal.
Layanan kesehatan, pendidikan, pasar, UKM dan UMKM, hingga perizinan disebut tetap berjalan seperti biasa.
Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Pakai Rompi Oranye KPK, Bantah Ada OTT
“Secara otomatis kami memang selalu berbagi tugas. Bila satu berhalangan, yang lain mengerjakan. Demikian juga para asisten dan kepala dinas, saling back-up,” jelasnya.
Terkait perkembangan proses hukum, Sukirman mengaku masih menunggu informasi resmi.
Termasuk petunjuk dari Gubernur Jawa Tengah untuk langkah administratif selanjutnya.
“Kami juga belum tahu detailnya seperti apa. Bahkan rekan-rekan yang dibawa ke Jakarta pun by name-nya belum detail kami terima. Jadi kami menunggu dan sangat menghormati proses dari KPK,” katanya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla