METROPEKALONGAN.COM, Kajen - RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan terus memantapkan persiapan menghadapi survei akreditasi rumah sakit.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut telah menggelar simulasi survei akreditasi.
Simulasi melibatkan seluruh unsur rumah sakit melalui 16 kelompok kerja (Pokja) yang berasal dari berbagai unit dan instalasi.
Masing-masing Pokja bertugas memastikan kesiapan dokumen, implementasi standar pelayanan, hingga menghadapi proses telusur lapangan yang menjadi bagian penting dalam penilaian akreditasi.
Direktur RSUD Kajen dr. Imam Prasetyo mengatakan, simulasi tersebut bukan sekadar persiapan administratif untuk memperoleh sertifikat akreditasi.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk memastikan budaya mutu dan keselamatan pasien benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.
“Simulasi akreditasi ini adalah potret nyata dari komitmen gotong royong seluruh civitas hospitalia di RSUD Kajen. Kehadiran 16 Pokja dari berbagai unit membuktikan bahwa kami serius menjaga mutu pelayanan. Kami ingin memastikan ketika survei sesungguhnya dilaksanakan, seluruh sistem sudah berjalan sebagai budaya kerja, bukan sekadar memenuhi tuntutan penilaian,” ujarnya.
Rangkaian simulasi diawali dengan penelaahan dokumen secara daring pada 3 Juni 2026.
Selanjutnya, kegiatan berlanjut secara luring pada 5 hingga 6 Juni 2026 dengan fokus pada verifikasi implementasi pelayanan dan kesiapan petugas di lapangan.
Untuk memberikan gambaran yang mendekati kondisi survei sebenarnya, RSUD Kajen menghadirkan dua surveior berpengalaman, yakni Andrew Robert Diyo dan Haryani Nur Liyana.
Keduanya melakukan penelusuran terhadap berbagai aspek pelayanan, mulai dari tata kelola, keselamatan pasien, hingga kepatuhan terhadap standar akreditasi.
Selama simulasi berlangsung, para surveior memberikan evaluasi serta masukan kepada masing-masing Pokja guna menyempurnakan berbagai aspek yang masih memerlukan perbaikan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan seluruh jajaran rumah sakit menjelang pelaksanaan survei akreditasi yang sesungguhnya.
Dr. Imam menambahkan, masukan yang diberikan para surveior menjadi bekal penting bagi rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Target kami jelas, yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan bermutu kepada masyarakat. Melalui simulasi ini, kami semakin optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan standar kualitas pelayanan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan keterlibatan seluruh unit dan dukungan 16 Pokja yang bergerak secara terpadu, RSUD Kajen berharap dapat menghadapi survei akreditasi dengan lebih siap sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan.(nra)
Editor : Ida Nor Layla