Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

KPK Kembali Periksa ASN dan Pejabat Pemkab Pekalongan, Sekda hingga Wakil Ketua DPRD Dipanggil Terkait Kasus Fadia Arafiq

Nanang Rendi Ahmad • Rabu, 17 Juni 2026 | 13:12 WIB
Mapolres Pekalongan Kota.
Mapolres Pekalongan Kota.

 

METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq terus bergulir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali turun ke Pekalongan dan menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat, aparatur sipil negara (ASN), anggota DPRD, hingga pihak swasta.

Pemeriksaan berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juni 2026, dengan memanfaatkan fasilitas di Mapolres Pekalongan Kota sebagai lokasi pemeriksaan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan sedikitnya 23 ASN Pemerintah Kabupaten Pekalongan masuk dalam daftar pihak yang akan dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Salah satu nama yang disebut akan menjalani pemeriksaan adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar.

Pemanggilan sejumlah pejabat daerah tersebut menunjukkan penyidik masih terus menelusuri aliran informasi, peran para pihak, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan perkara yang menjerat kepala daerah nonaktif tersebut.

Baca Juga: KPK Kembali Periksa Puluhan ASN Pemkab Pekalongan, Berkaitan dengan Kasus Fadia Arafiq

Wakil Ketua DPRD Datang Lebih Dulu

Pantauan di Mapolres Pekalongan Kota, hingga Rabu siang (17/6/2026), belum terlihat kedatangan ASN yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan.

Namun perhatian tertuju pada kedatangan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza, yang tiba sekitar pukul 11.25 WIB didampingi seseorang yang diduga merupakan kuasa hukumnya.

Saat dihampiri wartawan, Ruben belum memberikan keterangan terkait agenda pemeriksaannya.

"Nanti ya setelah pemeriksaan," ujar pendampingnya singkat sebelum memasuki ruang pemeriksaan.

Selain unsur pejabat daerah, sejumlah pihak lain juga terlihat mendatangi lokasi pemeriksaan. Di antaranya perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, pekerja outsourcing PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), hingga seorang penjual emas asal Jawa Timur.

Baca Juga: Sebanyak 63 Pejabat-ASN Pemkab Pekalongan Diperiksa KPK Buntut Kasus Fadia, Termasuk Sekda dan Pensiunan

Transaksi Emas Ikut Ditelusuri

Salah satu pihak yang diperiksa mengungkapkan bahwa penyidik KPK menanyakan terkait transaksi pembelian emas yang dilakukan secara daring.

Menurut pengakuannya, transaksi tersebut diduga berkaitan dengan dua orang yang memiliki kedekatan dengan Fadia Arafiq.

"Pertanyaan yang diajukan seputar transaksi itu," katanya usai menjalani pemeriksaan.

Munculnya nama transaksi emas dalam pemeriksaan menandakan penyidik tidak hanya fokus pada aspek administrasi pemerintahan, tetapi juga menelusuri kemungkinan aliran dana dan transaksi yang dianggap relevan dengan perkara yang sedang ditangani.

KPK Intensifkan Pengumpulan Keterangan

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi membenarkan bahwa institusinya kembali menjadi lokasi pemeriksaan KPK.

Menurutnya, kepolisian hanya membantu menyediakan fasilitas dan pengamanan selama proses pemeriksaan berlangsung.

"Kami hanya ketempatan. Menyediakan ruangan dan membantu sterilisasi area. Detail pemeriksaannya tentu menjadi kewenangan KPK," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak kepolisian, sebanyak 14 orang dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada hari pertama.

Pemeriksaan maraton selama tiga hari ini memperlihatkan bahwa KPK masih terus mengembangkan penyidikan kasus yang menyeret Fadia Arafiq. Dengan semakin banyaknya pejabat, ASN, legislator, dan pihak swasta yang dipanggil, publik kini menunggu sejauh mana pengembangan perkara tersebut akan mengungkap pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus korupsi yang sedang diusut lembaga antirasuah itu. (nra)

Editor : Baskoro Septiadi
#Wakil Ketua DPRD Pekalongan #Kasus Korupsi Pekalongan #Pemkab Pekalongan #kpk #Fadia Arafiq