METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Ketidakpuasan terhadap keputusan wasit nyaris memicu kericuhan antarsuporter dalam turnamen sepak bola Danramil Cup Paninggaran 2026. Tiga pemuda mengejar dan mendorong wasit.
Insiden tersebut terjadi usai laga semifinal antara PS Desa Kaliboja melawan PS Desa Botosari di Lapangan Sepak Bola Dukuh Panumbangan, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, Selasa (15/9/2026).
Laga berlangsung panas setelah salah satu pemain Kaliboja FC diganjar kartu merah oleh wasit.
Memasuki babak kedua, Botosari FC mencetak gol kemenangan. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang.
Kapolsek Paninggaran AKP Bambang Tunggono menjelaskan, ketidakpuasan terhadap keputusan wasit kemudian memuncak.
Sekitar 20 orang suporter masuk ke lapangan dan mengejar wasit. Panitia bersama aparat keamanan langsung mengamankan situasi.
“Tiga orang, yakni KP, 19, IU, 25, dan DS, 18, bersama rombongan suporter sempat mendorong dan mengejar korban,” kata Bambang.
Ketiga pemuda tersebut kemudian dibawa pihak kepolisian untuk mencegah kericuhan meluas. Mengingat situasi berpotensi memicu bentrokan antarsuporter.
Namun, persoalan itu tak berlanjut ke proses hukum. Atas permintaan kedua pihak, polisi memfasilitasi mediasi pada Selasa malam di Ruang Gelar Perkara Polres Pekalongan.
Hasilnya, kedua pihak sepakat berdamai. Masing-masing mengakui kekhilafan, saling memaafkan, dan meminta agar proses penyelidikan maupun penyidikan dihentikan.
“Selain itu, official tim Kaliboja FC juga menyatakan menerima dan menghormati penuh sanksi disiplin yang dijatuhkan panitia Danramil Cup Paninggaran 2026,” ujar Bambang. (nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan