METROPEKALONGAN.COM—Buah pare rasanya pahit.
Tidak semua orang menyukai jenis buah labu-labuan ini.
Tapi, meski pahit, tanaman dengan nama latin Momordica charantia ini kaya akan vitamin A dan C, asam folat, kalium, natrium, zink, dan zat besi.
Dari kandungan zat gizinya, pare menjadi makanan yang sehat bergizi.
Biasanya, pare disajikan sebagai tumisan, urap, atau pelengkap siomay.
Meskipun pahit, cara mengolah pare yang benar bisa mengurangi rasa pahitnya.
Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI), per 100 gram pare segar memiliki kandungan zat gizi seperti berikut:
Air: 94,4 gram (g).
Kalori: 19 kkal.
Protein: 1 g.
Lemak: 0,4 g.
Karbohidrat: 3,6 g.
Serat: 1,3 g.
Kalsium: 31 miligram (mg).
Fosfor: 65 mg.
Zat besi: 0,9 mg.
Natrium: 5,0 mg.
Kalium: 277,7 mg.
Tembaga: 0,03 mg.
Zink: 0,8 mg.
Beta karoten: 197 mikrogram (mcg).
Karoten Total: 80 mcg.
Tiamin (Vit. B1): 0,18 mg.
Riboflavin (Vit B2): 0,04 mg.
Niasin (Vit. B3): 0,4 mg.
Vitamin C: 58 mg.
Berbagai zat gizi di dalamnya itu membuat pare memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, antara lain:
- Mengatur Kadar Gula Darah
Diabetes sebagian besar disebabkan karena ketidakmampuan sel menyerap kadar gula dalam darah.
Hal ini bisa terjadi karena sel-sel dalam tubuh tidak peka terhadap insulin atau resistensi terhadap insulin.
Akibatnya, pengidap diabetes mudah sekali mengalami kenaikan atau penurunan kadar gula darah yang tidak normal.
Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tapi bisa dikelola gejala dan keparahannya dengan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Pare diketahui memiliki efek mengatur gula darah yang bermanfaat, terutama untuk penderita diabetes.
Senyawa aktif dalam pare dapat membantu meningkatkan toleransi glukosa dan mengurangi penyerapan glukosa dari makanan, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
- Meredakan Asam Lambung
Manfaat buah pare tidak cuma untuk mencegah susah BAB, tapi juga bisa menurunkan masalah asam lambung, seperti perut mulas, perut kembung dan penuh gas.
Tumbuhan pahit dianggap merangsang fungsi pencernaan dengan meningkatkan produksi air liur, menekan produksi asam lambung, dan meningkatkan enzim pencernaan.
- Bantu Kendalikan Berat Badan
Pare mengandung antioksidan yang membantu memperlancar sistem pencernaan Anda.
Ketika metabolisme dan sistem pencernaan meningkat, penurunan berat badan pun akan menjadi lebih mudah serta cepat.
Konsumsi cukup serat juga mendukung pengendalian berat badan yang baik.
Alasannya, karena serat membuat perut kenyang lebih lama sehingga bisa menekan keinginanmu untuk ngemil makanan tidak sehat.
- Meredakan Wasir
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kandungan anti-inflamasi pada pare dapat mengurangi gejala ambeien.
Pare terbukti dapat mengurangi peradangan serta membantu mengurangi rasa sakit dari pendarahan pada gejala ambeien.
- Menjaga Kesehatan Kulit
Vitamin C dan antioksidan dalam pare berperan dalam merawat kesehatan kulit.
Mereka membantu mengatasi radikal bebas, merangsang produksi kolagen, dan memberikan efek anti-penuaan pada kulit.
- Mendukung Kesuburan Pria
Dalam penelitian, antioksidan seperti vitamin C dapat membantu kesuburan pria. Pasalnya, antioksidan berperan dalam melawan radikal bebas yang sering menyebabkan stres oksidatif.
Manfaat pare untuk kesuburan pria ini juga didukung dengan zink.
Mineral ini penting untuk produksi sperma, morfologi sperma, jumlah sperma, dan fungsi sperma yang baik.
Dalam penelitian, konsentrasi zink dalam air mani berhubungan langsung dengan kualitas sperma.
Pasalnya, pria dengan infertilitas biasanya memiliki kadar zink yang rendah dalam air mani mereka.
- Meningkatkan Sistem Imun
Vitamin C yang terkandung pada sayur pare juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Vitamin ini meningkatkan produksi sel darah putih yang membentuk antibodi.
Tubuh menggunakan antibodi tersebut melawan infeksi bakteri, virus, maupun parasit.
- Berpotensi Mengobati Asam Urat
Belum lama ini penelitian menunjukkan manfaat pare untuk asam urat.
Studi berbasis tikus albino ini mengamati efek pemberian ekstrak biji pare.
Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar asam urat.
Penyakit asam urat sendiri terjadi karena kadar asam urat yang terlalu tinggi dan menyebabkan peradangan pada persendian.
Pare memiliki rasa pahit yang kuat, sehingga beberapa orang mungkin tidak suka dengan rasanya.
Oleh karena itu, sebaiknya mengombinasikannya dengan bahan makanan lain supaya berkurang rasa pahitnya.
- Menjaga Kesehatan Mata
Vitamin A dalam pare esensial untuk menjaga kesehatan mata.
Konsumsi rutin pare dapat membantu mengurangi risiko penyakit mata terkait usia.
- Mencegah Sembelit
Pare kaya akan serat, baik serat larut maupun serat tidak larut.
Serat membantu menjaga pencernaan yang sehat dengan mencegah sembelit.
Peran serat adalah menjaga tekstur feses tetap lunak.
Dengan begitu, feses bisa melewati usus dan keluar dari tubuh dengan mudah.
Kamu bisa mendapatkan manfaat sayur pare ini dengan mengonsumsi makanan berserat lainnya, serta cukup minum air setiap hari.
- Menjaga Kesehatan Pencernaan
Kandungan serat pada pare memperbaiki pergerakan usus, dan meningkatkan kesehatan saluran pencernaan secara keseluruhan.
Gerakan usus yang lancar membuat kamu ruting buang air besar.
Anda tidak akan mengalami sembelit, perut terasa penuh maupun gejala mengganggu lainnya.
Serat juga menjadi makanan bagi bakteri baik di usus.
Nah, keseimbangan bakteri usus yang terjaga dengan baik dapat meningkatkan kesehatan sistem pencernaan secara menyeluruh.
- Menurunkan Kadar Kolesterol
Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan plak lemak menumpuk di arteri.
Kondisi ini memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Satu penelitian pada manusia menemukan bahwa pemberian ekstrak pare yang larut dalam air menyebabkan penurunan kadar LDL atau kolesterol jahat.
- Menjaga Kesehatan Jantung
Kegunaan pare dalam menurunkan kadar kolesterol ternyata juga berdampak baik untuk kesehatan jantung.
Perlu Anda ketahui bahwa kadar kolesterol tinggi menjadi salah satu faktor penyakit jantung.
Itu artinya, konsumsi pare bisa menjaga kesehatan jantung.
Terlebih pare juga mengandung antioksidan dan kalium yang bisa mencegah peradangan dan menstabilkan tekanan darah.
- Menurunkan Risiko Kanker
Pare mengandung senyawa antioksidan, termasuk polifenol dan flavonoid, yang membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh.
Antioksidan membantu mengurangi risiko beberapa jenis kanker.
Di samping itu, beberapa penelitian berbasis hewan juga menunjukkan bahwa khasiat pare dalam menurunkan risiko kanker berasal dari beberapa mekanisme berikut:
- Mampu memblokir pertumbuhan kanker
- Dapat menghambat penyebaran sel kanker payudara
- Meningkatkan kematian sel kanker
Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan.
Tujuannya, untuk menentukan bagaimana pare dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kanker pada manusia bila dikonsumsi dalam jumlah normal yang ditemukan dalam makanan.
Tips Sehat Konsumsi Pare
- Pare biasanya dikonsumsi sebagai tambahan pada beberapa menu makanan, seperti siomai atau gado-gado.
- Sebagai obat herbal untuk penderita diabetes, Anda dapat minum jus pare dengan takaran sekitar 50 – 100 ml tiap hari.
- Mengonsumsi pare secara berlebihan bisa menimbulkan infeksi saluran pencernaan, seperti kram, diare, serta hepatotoksisitas alias komplikasi organ hati.
- Hindari mengonsumsi bagian biji pare, terutama biji yang berwarna merah.
Biji buah pare juga memiliki sifat racun bagi anak-anak. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto