Antrian IGD Jadi Sorotan, RSUD Bendan Tambah 114 Bed

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:14 WIB
PERAWATAN : Salah satu ruangan perawatan di RSUD Bendan yang kini selalu penuh pasien, sehingga butuh tambahan Gedung baru.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
PERAWATAN : Salah satu ruangan perawatan di RSUD Bendan yang kini selalu penuh pasien, sehingga butuh tambahan Gedung baru.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Antrian pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bendan Kota Pekalongan menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekalongan.
Sejumlah pasien disebut harus menunggu berjam-jam, bahkan hingga 24 jam, sebelum mendapatkan kamar perawatan karena kapasitas ruang rawat inap yang penuh.
Kondisi tersebut mendorong Pemkot Pekalongan menyiapkan langkah penambahan kapasitas rawat inap di RSUD Bendan. Rencana pembangunan gedung baru diharapkan dapat mengurai antrian sekaligus mempercepat proses pemindahan pasien dari IGD ke ruang perawatan.

Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid atau Aaf mengatakan, persoalan waktu tunggu pasien di IGD kerap disampaikan langsung oleh masyarakat kepadanya.

“Saya sering di WhatsApp warga, yang meminta tolong saudaranya atau keluarganya yang harus dirawat di IGD menunggu delapan jam, bahkan ada yang 24 jam karena kamarnya memang penuh, masih disiapkan dan antre,” ujar Aaf.
Baca Juga: Panen Keempat, 56 Hektare Lahan Bekas Genangan Air Rob, Kini Berhasil Produktif 
Baca Juga: Parah!! 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Terlibat Judol

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dicarikan solusi agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan nyaman.
Penambahan kamar rawat inap menjadi salah satu opsi yang tengah dipersiapkan Pemkot Pekalongan.

“Nah ini sudah ada wacana untuk menambah kamar pelayanan, mudah-mudahan bisa direalisasi,” katanya.

Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan, dr. Dwi Heri Wibawa, mengatakan pihak rumah sakit telah menyiapkan rencana pembangunan gedung baru yang tidak hanya menambah kapasitas rawat inap, tetapi juga memperkuat sejumlah layanan medis.

Gedung tersebut direncanakan memiliki empat lantai dengan pembagian fungsi berbeda. Lantai pertama akan digunakan untuk Intensive Care Unit (ICU), Cath Lab, dan farmasi. Sementara lantai dua hingga empat akan difokuskan sebagai ruang rawat inap.
Baca Juga: Polres Pemalang Ajari Pelajar Gunakan AI Secara Bijak
Baca Juga: Miris, Tantangan Hafalan Al Quran Berhadiah Miras di Festival Musik Jakarta

“Insyaallah lancar, masing-masing lantai ada 38 tempat tidur, jadi tambahnya adalah 114 tempat tidur. Mudah-mudahan mencukupi,” jelas dr. Dwi Heri, Rabu (12/8/2026).

Jika terealisasi, tambahan 114 tempat tidur tersebut diharapkan mampu memberikan ruang lebih besar bagi pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan setelah mendapatkan penanganan di IGD.

Saat ini, tahapan pembangunan masih berada pada proses persiapan Detail Engineering Design (DED). Setelah dokumen teknis tersebut rampung, pembangunan akan dilanjutkan melalui proses lelang dan kerja sama dengan pihak ketiga.
Penambahan kapasitas ini dinilai menjadi bagian penting dalam pembenahan alur pelayanan pasien. Dengan ketersediaan kamar yang lebih memadai, pasien tidak perlu terlalu lama berada di IGD hanya karena harus menunggu ruang rawat inap tersedia.

“Dengan penambahan kapasitas hingga 114 tempat tidur tersebut, kami optimistis dapat memperkuat pelayanan rawat inap dan memberikan pengalaman layanan kesehatan yang semakin nyaman dan cepat bagi masyarakat,” tutur dr. Dwi Heri.(han)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Instalasi Gawat Darurat (IGD) Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan dr. Dwi Heri Wibawa Walikota Aaf RSUD Bendan