METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kesibukan bekerja kerap membuat seseorang mengabaikan kondisi tubuh. Batuk yang tak kunjung reda, badan terasa lemas, atau gejala lain yang dianggap sepele bisa menjadi tanda penyakit yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Dinas Kesehatan Kota Pekalongan di Teh Enak, Jumat (28/8/2026).
Camat Pekalongan Utara, M. Ainur Rofiq, hadir sebagai narasumber sekaligus memberikan edukasi kepada para karyawan mengenai pentingnya mengenali gejala TBC dan melakukan deteksi dini.
Di hadapan para pekerja, Ainur mengingatkan agar gejala yang mengarah pada TBC tidak dibiarkan berlarut-larut. Pemeriksaan di fasilitas kesehatan menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatan sekaligus mencegah risiko penularan.
Baca Juga: Dari Aktivis Kampus ke Nahkoda RSUD Bendan Pekalongan
Baca Juga: Kapolres Pekalongan Kota Ajak Siswa Berani Lawan Bullying
“Yang terpenting, kenali gejalanya. Kalau sudah ada gejala, periksa segera di fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan sejak awal tidak hanya bermanfaat bagi pekerja yang mengalami gejala, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melindungi keluarga, rekan kerja, dan orang-orang di lingkungan sekitar.
Kegiatan tracing TBC terintegrasi CKG tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak harus menunggu kondisi tubuh semakin buruk. Bagi pekerja yang mulai merasakan gejala mencurigakan, memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar.
Melalui edukasi dan deteksi dini, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, sebut, Ainur Eodik, mendorong masyarakat, termasuk kalangan pekerja, untuk lebih peduli terhadap TBC. Semakin cepat gejala dikenali dan diperiksa, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang positif TBC, pengobatan harus dijalani secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan. Kepatuhan terhadap pengobatan menjadi bagian penting agar penyakit dapat ditangani dengan baik dan risiko penularan bisa ditekan.
“Jangan sampai menderita TBC tapi tidak tahu, tidak peduli, dan tidak periksa, karena bisa menularkan kepada orang terdekat,” tegas Ainur.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com