Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Nenek Penjual Soto Sudah Tiga Kali Ajukan Bansos, Belum Pernah Disetujui Pemkot Pekalongan, Kenapa?

Lutfi Hanafi • Selasa, 6 Februari 2024 | 03:39 WIB
KERJA: Nenek Fatimah,66, saat jualan soto di dekat bantara rel di Bendankergon Kota Pekalongan.
KERJA: Nenek Fatimah,66, saat jualan soto di dekat bantara rel di Bendankergon Kota Pekalongan.

 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Nenek miskin Fatimah, 66, ini tinggal di dekat bantaran rel, di Kelurahan Bendankergon, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.

Sudah tiga kali mengajukan permohonan bantuan sosial (Bansos) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, namun belum pernah berhasil.

“Keluarga sudah tiga kali mengajukan bansos, tapi belum pernah diterima pemerintah,” kata Ridho, 40, anak kedua dari Fatimah, Senin 5 Februari 2024.

Keluarganya sendiri, sudah puluhan tahun lebih tinggal dan menetap di Bendankergon. Namun selama ini, belum pernah mendapatkan bansos seperti BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), BLT (Bantuan Langsung Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), BST (Bantuan Sosial Tunai), maupun lainnya. Selalu berusaha kerja mandiri.

"Ibu sudah 30 tahun lebih berjualan soto. Hasilnya pas-pasan, untuk makan dan memutar modal dagangan," ujar Ridho.

Kalaupun pernah mendapatkan bansos dari pemerintah, ya sekali pada saat pandemi Covid-19. Kalau bansos lainnya belum pernah.

Pihaknya sudah berusaha mengajukan bantuan ke kelurahan. Namun tiga kali upaya itu belum ada respon dari Pemkot Pekalongan.

Ridho sendiri sebelumnya berjualan es cincau keliling untuk mengais rezeki dan membantu ekonomi ibunya. Namun sejak beberapa tahun ini, berhenti berjualan. Kasihan melihat ibunya, lebih memilih membantu ibunya berjualan soto.

"Saya memutuskan berhenti jualan es. Selain fisik tidak sekuat dulu, kondisi ibu sudah kerap sakit-sakitan mulai dari migren akut hingga rematik menahun," ungkapnya.

Ridho berharap pemerintah bersedia mengabulkan harapan ibunya mendapatkan bantuan sosial.

Terkait ibunya layak atau tidak untuk mendapatkan bansos, belum pernah ada penjelasan dari pihak terkait.

Selama ini, saat mengajukan bansos, hanya disarankan menunggu sama pihak kelurahan. Namun sudah bertahun-tahun ini tidak ada penjelasan, bisa dapat bansos atau tidak.

“Harapan kami tentu bisa dapat bansos. Untuk menyambung hidup,” harapnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #bansos #bpnt #bst #warga miskin #nenek miskin #pkh #BLT