Banyak Kendala, Proses Pembangunan Rumah Pompa Kampung Baru Tirto Alami Keterlambatan

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Selasa, 26 November 2024 | 18:19 WIB
TINJAU - Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid beserta jajaran dinas terkait saat meninjau stasiun pompa di Kelurahan Tirto dan sekitarnya, Senin siang (25/11/2024).
TINJAU - Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid beserta jajaran dinas terkait saat meninjau stasiun pompa di Kelurahan Tirto dan sekitarnya, Senin siang (25/11/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan berupaya mempercepat pembangunan rumah pompa di Kampung Baru, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.

Proyek ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mengatasi masalah banjir dan rob di kawasan Tirto dan sekitarnya.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid yang akrab disapa Mas Aaf, bersama jajaran terkait meninjau progres pembangunan proyek ini pada Senin siang 25 November 2024.

Namun pembangunan rumah pompa ini mengalami keterlambatan sekitar 13 persen. Menurut Mas Aaf, saat ini progres pembangunan tersebut baru mencapai 31 persen dari target 44 persen.

Ada beberapa kendala teknis menjadi penyebab. Di antaranya, kesulitan akses dan kondisi tanah di lokasi yang berpasir sehingga membutuhkan tiga kali pemindahan lokasi untuk menemukan tanah yang layak dijadikan pondasi.

"Pompa sebenarnya sudah siap, begitu rumah pompanya selesai. Bahkan, pompa bisa langsung dipasang. Meski sedikit terlambat, dengan sisa waktu satu bulan, kami tetap optimistis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu," ujar Mas Aaf.

Proyek ini dianggap sangat penting karena manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

Sebagai gambaran, pada 2023 lalu, wilayah Kampung Baru Tirto sempat dilanda banjir hingga setinggi satu meter akibat curah hujan yang tinggi dan kondisi sungai yang lebih tinggi di banding daratan.

Rumah pompa ini diharapkan dapat mengurangi genangan banjir dan rob di wilayah seperti Kampung Baru, Perumahan Gama Asri 1, 2, dan 3, serta sekitarnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Bambang Sugiarto, menjelaskan, rumah pompa ini akan dilengkapi dua unit pompa, masing-masing dengan kapasitas 200 liter/detik dan 80 liter/detik.

Pembangunan ini menggunakan dana APBD Kota Pekalongan tahun 2024 sebesar Rp 1,3 miliar, dengan masa kerja selama 150 hari sejak 22 Juli 2024. Targetnya, proyek ini rampung pada pertengahan Desember 2024.

"Keterlambatan capaian progres ini disebabkan oleh bobot terbesar berada pada pompa. Pompa sudah datang, tapi belum bisa diakui sebagai progres, karena baru akan diitung ketika sudah beroperasi," terang Bambang.

Diharapkan, pembangunan rumah pompa ini dapat berjalan lancar hingga selesai dan segera berfungsi untuk mengatasi banjir dan rob yang kerap melanda kawasan Tirto dan sekitarnya.(han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
kota pekalongan banjir rob Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid stasiun pompa