Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sistem Penanganan Banjir Rob di Kota Pekalongan Berhasil: 7 Kelurahan Kini Bebas Banjir

Lutfi Hanafi • Jumat, 24 Januari 2025 | 12:53 WIB
KERING – Wilayah Kelurahan Bugisan yang selama ini dikenal selalu terendam banjir rob, kini berlahan kering dan dibangun lebih baik oleh Pemkot Pekalongan.
KERING – Wilayah Kelurahan Bugisan yang selama ini dikenal selalu terendam banjir rob, kini berlahan kering dan dibangun lebih baik oleh Pemkot Pekalongan.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan –Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, kini terbebas dari genangan banjir dan rob.

Kendati beberapa hari terakhir diguyur hujan lebat. Padahal bertahun-tahun lalu selalu menjadi langganan banjir rob.

Ini bukti penanganan rob yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan membuahkan hasil nyata.

Program penanganan rob tersebut mencakup pembangunan tanggul laut, bendung gerak Sungai Lodji, penataan drainase, dan pengoperasian pompa-pompa air.

Keberhasilan ini tak lepas dari upaya Pemkot Pekalongan melakukan edukasi masyarakat tentang pengelolaan lingkungan dan kebersihan saluran air.

Camat Pekalongan Utara, Wismo Aditiyo, mengungkapkan rasa syukurnya atas dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat.

Pada Senin malam (20/1/2025), Kota Pekalongan diguyur hujan deras, namun tujuh kelurahan di Pekalongan Utara tetap kering tanpa genangan banjir atau rob.

Menurut Wismo, selain pembangunan infrastruktur, keberlanjutan sistem ini memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan drainase, pengelolaan sampah, dan perawatan rumah pompa.

Ia juga menyoroti efektivitas bendung gerak Sungai Lodji dalam mengontrol elevasi air, yang terbukti mampu mencegah genangan di wilayah tersebut.

Meski sebagian besar infrastruktur telah optimal, Wismo menegaskan perlunya penguatan tanggul Bremi-Meduri.

"Saat ini, tanggul tersebut masih berupa sandbag sementara. Meski cukup efektif, penguatan menjadi tanggul permanen seperti di Sungai Lodji atau Sungai Banger tetap diperlukan," tegasnya Kamis (23/1/2025).

Keberhasilan sistem penanganan banjir ini dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti yang diungkapkan Ahmad Arifin, warga Kampung Bugisan RT 05 RW 01.

"Pompa air di sini sudah berfungsi baik, dan bendung juga telah dibangun. Sekarang, meskipun hujan deras, Kampung Bugisan aman dari banjir dan rob," kata Arifin.

Ia menambahkan, situasi kampungnya kini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau dulu, setiap hujan deras, kami selalu khawatir banjir. Tapi sekarang, kampung kami sudah kering," ujarnya.

Arifin juga berharap, Pemkot Pekalongan dapat segera menuntaskan Program Konsolidasi Tanah di kampungnya, agar lingkungan menjadi lebih tertata dan bebas kumuh.

"Kami berterima kasih kepada Pemkot Pekalongan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), dan Pemerintah Pusat, atas sistem yang telah dibangun ini. Semoga ke depan kampung kami bisa semakin baik," pungkasnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #penanganan banjir #Pekalongan Utara #banjir rob