Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Akibat Keterbatasan APBD, Pemkot Pekalongan Maksimalkan Dana TJSLBU untuk Percepatan Pembangunan

Lutfi Hanafi • Jumat, 14 Maret 2025 | 22:50 WIB
SERAHKAN - Wakil Walikota Pekalongan Hj Balgis Diab saat berikan penghargaan kepada perusahaan yang aktif berkontribusi dalam pembangunan kota, pada Jumat (14/3/2025).
SERAHKAN - Wakil Walikota Pekalongan Hj Balgis Diab saat berikan penghargaan kepada perusahaan yang aktif berkontribusi dalam pembangunan kota, pada Jumat (14/3/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan lebih mengoptimalkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Hal ini untuk menyiasati keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025.

Langkah ini diwujudkan melalui Pertemuan Forum Koordinasi Penyusunan Kegiatan Bersumber TJSLBU, yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pekalongan, di Ruang Jlamprang Setda Kota Pekalongan Jumat 14 Maret 2025.

Forum ini menghadirkan perwakilan dari berbagai perusahaan yang telah bersinergi dengan pemerintah daerah.

Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab menegaskan, sinergi antara Pemkot dan dunia usaha melalui dana CSR sangat penting untuk membantu pendanaan proyek infrastruktur, pemberdayaan UMKM, pendidikan, serta kesejahteraan sosial.

"APBD memiliki keterbatasan, sehingga CSR menjadi solusi strategis untuk mempercepat pembangunan. Forum ini diharapkan dapat mengefektifkan pemanfaatan dana CSR agar lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat," ungkapnya.

Saat ini, 23 perusahaan telah berkontribusi melalui program TJSLBU dan Pemkot Pekalongan berharap jumlah ini bisa bertambah.

Target dana TJSLBU tahun 2025 dipatok minimal Rp 1,6 miliar, dengan fokus utama pada perbaikan fasilitas umum, bantuan sosial bagi korban bencana, hingga pelatihan bagi UMKM.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Pekalongan memberikan penghargaan kepada perusahaan yang aktif berkontribusi dalam pembangunan kota.

Selain itu, Wali Kota mendorong lebih banyak perusahaan untuk bergabung dalam program CSR ini.

"Kami ingin memastikan dana CSR yang disalurkan tidak hanya besar, tetapi juga tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana ini akan terus dijaga," tegasnya.

Kepala Bapperida Kota Pekalongan, Cayekti Wididgo, menambahkan bahwa selama ini masih banyak bantuan dari dunia usaha yang belum terdokumentasi secara terstruktur.

Padahal, kontribusi perusahaan dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pelatihan sudah cukup signifikan.

"Dana CSR paling banyak dimanfaatkan untuk bantuan perlengkapan sekolah, bantuan sosial bagi pengungsi banjir, hingga pelatihan pemasaran dan packaging produk bagi UMKM. Dengan koordinasi yang lebih baik, kedepannya manfaat CSR bisa lebih luas dan berkelanjutan," pungkas Cayekti. 

Dengan optimalisasi TJSLBU, diharapkan pembangunan di Kota Pekalongan dapat berjalan lebih cepat, merata, dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas. (han/ida)

 

 

Editor : Ida Nor Layla
#TJSLBU #kota pekalongan #Wakil Walikota Pekalongan Hj Balgis Diab