METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di usia ke-119, Kota Pekalongan bukan hanya memperingati sejarah, tapi juga tengah menata masa depan.
Di tengah seremoni Hari Jadi ke-119 Kota Pekalongan yang khidmat, Ketua DPRD Kota Pekalongan M. Azmi Basyir menyuarakan pesan "Mari ubah semangat perayaan menjadi semangat percepatan."
Hal itu disampaikan seusai Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kota Pekalongan, Rabu 9 April 2025.
Azmi menegaskan, momentum hari jadi bukan hanya ritual tahunan, tapi refleksi mendalam untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
“Tahun ini, tema Kolaborasi Berkelanjutan bukan hiasan. Itu harus jadi napas bersama,” tegas Azmi.
Menurutnya, di tengah tantangan kota yang terus tumbuh, hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif adalah kunci utama menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata.
Lebih dari sekadar kebersamaan politik, Azmi menilai kolaborasi harus melibatkan seluruh ekosistem pembangunan—dari masyarakat, Forkopimda, organisasi, komunitas, hingga generasi muda.
“Sinergi antara DPRD dan Pemkot saja tak cukup. Kita butuh keterlibatan aktif semua elemen. Itu yang akan membuat Pekalongan benar-benar ‘rahat’,” tambahnya.
Sebagai representasi rakyat, DPRD memiliki tanggung jawab strategis untuk mengawal program-program kepala daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Azmi menegaskan, ke depan, DPRD tak akan hanya hadir dalam ruang sidang, tapi juga dalam kehidupan nyata masyarakat.
“Kita ingin semua visi-misi yang dicanangkan oleh wali kota dan wakilnya bisa berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Di tengah tantangan seperti darurat sampah, ekonomi digital, dan ketahanan sosial, Azmi percaya Kota Pekalongan hanya bisa melangkah maju jika gotong royong dijadikan budaya kerja. Bukan hanya jargon.
“Kalau setiap stakeholder merasa punya tanggung jawab terhadap kota ini, maka pembangunan tidak akan terasa berat. Bahkan akan terasa sebagai gerakan bersama,” pungkasnya.
Di ulang tahun yang ke-119 ini, DPRD tidak ingin Kota Pekalongan hanya bernostalgia dengan sejarah.
Kini saatnya bergerak, mempercepat, dan menyatu. Karena kota ini bukan milik segelintir pejabat, tapi milik setiap warga yang mau terlibat. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla