Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Warga Meninggal Kecelakaan Kerja, Wali Kota Pekalongan Beri Santunan Lewat Batik Berlian

Lutfi Hanafi • Kamis, 29 Mei 2025 | 02:13 WIB
BERI SANTUNAN - WaliKota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid dan kepala  BP Jamsostek Cabang Pekalongan, Dedi Dermawan, saat beri santunan, Selasa (27/5/2025).
BERI SANTUNAN - WaliKota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid dan kepala BP Jamsostek Cabang Pekalongan, Dedi Dermawan, saat beri santunan, Selasa (27/5/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Duka menyelimuti Kota Pekalongan setelah tiga warganya yang bekerja di sektor informal meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

Ketiganya merupakan peserta aktif dalam Program Batik Berlian, program perlindungan sosial ketenagakerjaan yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid secara langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Asmuni, Joyono, dan Muchammad Caswito, dalam acara penyerahan santunan di Ruang Kerja Wali Kota Pekalongan, Selasa 27 Mei 2025.

“Saya dan seluruh jajaran Pemkot Pekalongan menyampaikan duka mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga diberi kekuatan untuk menjalani hari-hari ke depan,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf penuh empati.

Program Batik Berlian (Bersama Lindungi Pekerja Rentan dan Mandiri) menjadi bentuk nyata komitmen Pemkot Pekalongan melindungi warganya yang bekerja di sektor non formal seperti buruh lepas, pedagang keliling, dan pengrajin batik.

“Banyak dari mereka yang berisiko tinggi, namun tak memiliki jaminan sosial. Program ini adalah ikhtiar kami agar mereka memiliki perlindungan bila terjadi musibah,” tegas Mas Aaf.

Mas Aaf menegaskan, Pemkot Pekalongan tidak akan membiarkan pekerja rentan berjalan sendiri menghadapi risiko hidup.

“Mari jaga semangat gotong royong. Pemerintah hadir dan terus berupaya memberikan perlindungan yang layak bagi semua warganya, terutama mereka yang paling membutuhkan," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula santunan kecelakaan kerja dan beasiswa kepada ahli waris, yang disalurkan melalui BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan.

Dengan rincian, santunan yang diterima keluarga adalah, Alm. Asmuni Rp70 juta, Alm. Joyono Rp 149,5 juta (Rp 70 juta santunan dan Rp 79,5 juta beasiswa untuk 1 anak), dan Alm. Muchammad Caswito Rp 236,5 juta (Rp 70 juta santunan, Rp 166,5 juta beasiswa untuk 2 anak).

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, menyebutkan, dari Januari hingga Mei 2025, terdapat 1.700 pekerja rentan yang iurannya sepenuhnya ditanggung Pemkot sebesar Rp 16.800 per orang per bulan.

“Delapan orang peserta telah meninggal dunia tahun ini, lima karena sakit dan tiga karena kecelakaan kerja. Program ini terbukti bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan,” jelas Betty.

Sementara itu, Kepala BP Jamsostek Cabang Pekalongan, Dedi Dermawan, menguraikan manfaat jaminan sosial yang diterima ahli waris, antara lain santunan kecelakaan kerja Rp 70 juta, santunan kematian Rp 12 juta, biaya pemakaman Rp 10 juta, dan beasiswa hingga Rp 174 juta untuk maksimal dua anak.

Salah satu momen paling menyentuh datang dari Nur Fitriani, istri almarhum Muchammad Caswito yang meninggal akibat tabrak lari saat berangkat berdagang.

“Saya tidak menyangka harus kehilangan suami, tapi saya bersyukur ada bantuan dari pemerintah. Santunan ini akan saya gunakan untuk membuka usaha jahitan agar bisa mandiri,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. (han/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#Program Batik Berlian #kecelakaan kerja #kota pekalongan #pemkot pekalongan #BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan #Mas Aaf #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja #Dinperinaker