Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pemkot Pekalongan Fasilitasi Magang Lulusan BLK dan Dorong Industri Digital

Lutfi Hanafi • Rabu, 11 Juni 2025 | 04:16 WIB

PAPARAN - Wali Kota HA Afzan Arslan Djunaid saat beri sambutan dalam forum KJPPID di di Ruang Jlamprang, Kompleks Setda Kota Pekalongan Rabu (10/6/2025).
PAPARAN - Wali Kota HA Afzan Arslan Djunaid saat beri sambutan dalam forum KJPPID di di Ruang Jlamprang, Kompleks Setda Kota Pekalongan Rabu (10/6/2025).


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka degradasi.

Kali ini, melalui pemanfaatan pelatihan kerja dan program magang, baik secara offline maupun online.

Dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Jejaring Pelatihan dan Pemagangan dengan Industri Daerah (FKJPPID) yang digelar Rabu 10 Juni 2025 di Ruang Jlamprang, Kompleks Setda Kota Pekalongan, Wali Kota HA Afzan Arslan Djunaid menegaskan bahwa pelatihan kerja tetap menjadi prioritas.

Baca Juga: Kuripan Yosorejo Menuju Desa Swasembada Pangan, Andalan Kota Pekalongan di Lomba Provinsi Jateng

Menurut Wali Kota Aaf, banyak perusahaan di Kota Pekalongan yang mulai membuka kembali lowongan pekerjaan, meskipun sektor industri nasional, khususnya yang berbasis offline, masih cukup terpengaruh oleh dinamika ekonomi pasca pandemi.

Ia menyebut bahwa pemerintah telah memfasilitasi berbagai pelatihan berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) dan lembaga pelatihan lainnya.

Saat ini, karena peminatnya semakin meningkat, peserta pelatihan harus melalui proses seleksi terlebih dahulu.

Baca Juga: Rangga Resmi Jadi Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Termuda di Kota Pekalongan

Lebih, Aaf juga menyoroti potensi besar di sektor industri digital.

Ia menyampaikan bahwa tren pemasaran online melalui platform seperti TikTok dan media sosial lainnya semakin menggeliat, khususnya di sektor batik dan UMKM.

Oleh karena itu, selain mendorong pemagangan di perusahaan konvensional, Pemkot juga akan memaksimalkan pelatihan pemasaran digital sebagai strategi penyerapan baru tenaga kerja.

Baca Juga: Masuk SD Tak Perlu Tes Calistung, Anak di Bawah 6 Tahun Pun Bisa Daftar

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Betty Dahfiany Dahlan menjelaskan bahwa terdapat 26 perusahaan yang telah tergabung dalam Forum Jejaring Pelatihan dan Pemagangan.

Perusahaan-perusahaan ini siap menampung peserta magang pasca-pelatihan.

Ia menyebut bahwa tidak semua peserta pelatihan berminat mengikuti program magang, tetapi bagi yang ikut dan menunjukkan kinerja baik, biasanya akan langsung direkrut oleh perusahaan.

Baca Juga: Setelah Bertahun-Tahun Dikeluhkan, Jalan Diponegoro dan Imam Bonjol Kota Pekalongan Akhirnya Diperbaiki

Betty juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data hingga Agustus 2024, tingkat pengangguran di Kota Pekalongan masih cukup tinggi.

Namun, optimistis angka tersebut akan menurun setelah seluruh peserta pelatihan 2024 mulai terserap oleh industri.

Ia berharap sinergi antara pelatihan, pemagangan, dan perluasan ke industri digital akan membawa dampak positif terhadap pengurangan penurunan di kota batik tersebut.

Baca Juga: Kota Pekalongan Wajibkan PAUD sebelum SD, Orang Tua Harus Tahu Aturan Ini

Program ini menegaskan bahwa Pemkot Pekalongan tidak hanya fokus pada solusi konvensional, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman dengan mulai menyentuh sektor digital yang kini jadi tumpuan ekonomi kreatif.

Dukungan terhadap lulusan BLK untuk terjun ke dunia kerja, baik di perusahaan maupun dunia digital, menjadi bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#digital marketing #Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #Dinperinaker Kota Pekalongan #Wali Kota Aaf #pemkot pekalongan #blk #pengangguran #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid