Pelantikan ini diharapkan menjadi tonggak awal pengabdian dan tanggung jawab besar sebagai aparatur negara.
“Menjadi ASN, termasuk PPPK, adalah sebuah amanah. Bukan hanya profesi, tetapi juga bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan masyarakat. Saya minta seluruh PPPK bekerja dengan integritas, loyalitas, dan profesionalitas,” kata wali kota yang biasa disapa Mas Aaf.
Dalam kesempatan tersebut hadir juga Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan Balgis Diab yang turut menyemangati para peserta.
“PPPK harus menjadi teladan, pekerja handal, dan mampu mendukung pembangunan Kota Pekalongan di semua sektor,” kata Balgis.
Berdasarkan data Dinas BKPSDM Kota Pekalongan, dari total 150 formasi PPPK tahun 2024, sebanyak 128 formasi telah terisi dan telah dijadwalkan menerima SK pengangkatan mulai 1 Juli 2025.
Baca Juga: Tuna Netra Kota Pekalongan Dilatih Pijat Profesional dan Bersertifikat Resmi
Proses seleksi PPPK sendiri dilakukan dalam dua tahap, yakni untuk tahap I, diikuti 1.227 pelamar, 128 dinyatakan lulus dan kini dilantik.
Sedangkan untuk tahap II, diikuti oleh 1.173 peserta dengan rincian 48 guru, 205 tenaga kesehatan, dan 920 tenaga teknis.
Tersisa 22 formasi yang akan diisi melalui tahap II. Prosesnya sedang berjalan dan dijadwalkan selesai pada Agustus 2025.
Baca Juga: BI Tegal Pahamkan Cara Jitu Cegah Uang Palsu Lewat Guru SD dan SMP
Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi, terbukti dari jumlah pelamar mencapai 2.439 orang.
Meski demikian, belum semua yang lolos seleksi dapat terakomodasi.
Pemkot Pekalongan kini menunggu aturan teknis soal PPPK paruh waktu sebagai solusi atas peserta yang lulus seleksi kompetensi namun belum kebagian formasi. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla