METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ruang pelatihan di LPKS Inasaba Kota Pekalongan tampak penuh semangat.
Puluhan anak muda duduk rapi di depan laptop, menyimak pelatihan digital marketing yang kini jadi bekal penting di era serba daring.
Tak hanya teori, mereka dibimbing untuk menjadi ahli pemasaran digital, khususnya lewat platform TikTok Shop, yang kini sedang naik daun.
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Ajukan Perubahan APBD 2025, DPRD Evaluasi Agar Lebih Realistis
Pelatihan ini merupakan inisiatif Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) yang menggandeng LPKS Inasaba dan didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025.
Acara ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab, yang memberikan motivasi dan semangat kepada para peserta pada Selasa 8 Juli 2025.
“Saya sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda yang ikut pelatihan ini. Jangan hanya disimpan ilmunya, tapi segera diterapkan dalam bisnis,” ujar Balgis penuh semangat.
Baca Juga: Miris! Warga Pekalongan Pilih Buang Sampah di Pinggir Jalan, Padahal Sudah Disediakan TPST
Ia menambahkan, pelatihan ini bukan sekadar program, tetapi bagian dari strategi besar Pemkot Pekalongan untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan dengan memperkuat sektor UMKM berbasis digital.
Terutama di tengah arus teknologi yang menuntut adaptasi cepat dan kreativitas tinggi.
Menurut Balgis, penguasaan digital marketing merupakan kunci agar pelaku usaha bisa naik kelas dan memperluas pasar hingga nasional bahkan internasional.
Baca Juga: Atasi Pengangguran, Dinperinaker Ajari Warga Kota Pekalongan Digital Marketing AI
TikTok Shop, yang kini menjadi salah satu marketplace dengan pertumbuhan tercepat, menjadi sasaran utama dalam pelatihan ini.
Sementara itu, Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dhafiani Dahlan, menjelaskan, program ini merupakan bagian dari 10 paket pelatihan kerja gratis yang dibuka Pemkot pada 2025.
Termasuk pelatihan digital marketing yang menjadi primadona.
Baca Juga: Meninggal di Nusakambangan, Guru Cabul Ini Wariskan Luka Mendalam
Peserta pelatihan ini sudah diseleksi dan mayoritas memiliki usaha kecil. Mereka kita bekali ilmu dari dasar sampai praktik jualan di TikTok Shop.
“Termasuk teknik live streaming, packaging, hingga pengiriman,” ujar Betty.
Menariknya, pelatihan ini juga menekankan pada ujian kompetensi dan sertifikasi, sebagai bekal penting bagi peserta baik untuk melamar kerja maupun menjalankan usaha sendiri.
Baca Juga: Pemkot dan Muhammadiyah Dorong UMKM Bangkit dan Naik Kelas
Tak hanya itu, LPKS Inasaba juga akan terus memantau dan mendampingi alumni agar tetap berkembang secara berkelanjutan.
Rina Arsyanti, pimpinan LPKS Inasaba, mengungkapkan bahwa pelatihan ini dimulai sejak 18 Juni 2025 dan akan berakhir pada 11 Juli mendatang.
Ia menyebut bahwa monitoring dan pendampingan pasca pelatihan merupakan prioritas agar dampaknya nyata bagi perekonomian warga.
Salah satu peserta, Sandika Putra, 25, mengaku pelatihan ini membukakan wawasan baru baginya.
Sebagai pemilik usaha sepatu rumahan, ia kini yakin bisa memperluas pasarnya.
“Awalnya saya hanya jualan lewat Facebook. Tapi setelah ikut pelatihan ini, saya jadi tahu cara jualan di TikTok Shop, bikin konten, dan live yang menarik,” ucapnya penuh antusias. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla