METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Deru mesin berat, klakson panjang, dan wajah-wajah lelah memenuhi Jalan Pantura Tirto, Kota Pekalongan.
Tepatnya di sekitar Jembatan Widuri arah Jakarta menuju Semarang dan juga sebaliknya.
Perbaikan jalan yang berlangsung sejak awal Juli membuat arus lalu lintas di kawasan ini lumpuh total, terutama saat pagi dan sore hari.
Tak hanya antrean yang menjalar hingga depan Stasiun Kereta Api Jalan Gajahmada, tapi juga kekacauan yang timbul akibat kurangnya rambu lalulintas sementara dan marka jalan.
Pengendara harus saling memahami tanpa arahan yang jelas. Kondisi ini yang kerap memunculkan adu ego di tengah panasnya aspal jalan.
“Kalau ada truk mogok atau nyalip di tengah sempitnya jalan, macetnya bisa lebih dari setengah jam,” keluh Naufal, warga Tirto, saat ditemui Selasa 14 Juli 2025.
Ia berharap proses pengerjaan segera rampung agar aktivitas warga tak terus terhambat.
Perbaikan jalan yang mencakup pengupasan aspal lama dan pengecoran jalur berat ini memang sangat dibutuhkan, namun pelaksanaannya dinilai minim persiapan.
Rambu peringatan terbatas, penerangan di malam hari kurang, bahkan jalur sementara tidak ditandai jelas.
“Kadang bingung siapa duluan yang jalan. Kalau dua arah sama-sama maksa, ya bisa buntu total. Harusnya ada petugas jaga atau setidaknya petunjuk lebih jelas,” tambah Naufal.
Menanggapi keluhan masyarakat dan meningkatnya kelumpuhan lalu lintas, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi langsung mengambil langkah strategis.
Ia memastikan, pihaknya telah melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem buka tutup jalur dan contraflow untuk mempercepat pergerakan kendaraan di titik padat.
“Beberapa arus akan kami atur dengan contraflow secara situasional. Kami juga mengimbau kendaraan dari luar kota menggunakan jalur tol atau alternatif agar tak menambah beban jalan utama,” ungkapnya.
Meski pelaksana proyek menyebutkan, pengerjaan bisa rampung dalam beberapa bulan tergantung cuaca, belum ada tenggat waktu resmi.
Hal ini membuat warga semakin khawatir karena arus kendaraan berat tak bisa dihindari di jalur vital ini.
Baca Juga: Antusias Jalan Bakal Diaspal TMMD, Warga Desa Windurojo Kabupaten Pekalongan Turun Kerja Bakti
Harapan besar tertumpu pada kolaborasi cepat antara pihak kepolisian, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, dan kontraktor untuk memperbaiki manajemen proyek di lapangan.
Tak hanya soal kemacetan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan yang kini kian terancam di tengah ketiadaan petunjuk yang memadai. (han/fajrulhadiyanto/ida)
Editor : Ida Nor Layla