Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tragedi 30 Agustus 2025 Sebabkan Fiskal Makin Kritis, DPRD Pekalongan Desak Presiden Turun Tangan

Lutfi Hanafi • Jumat, 5 September 2025 | 00:38 WIB
MENATAP -  Ketua DPRD Kota Pekalongan, M. Azmi Basyir, menatap dengan sedih kondisi kantornya yang luluh lantak dihancurkan perusuh.
MENATAP - Ketua DPRD Kota Pekalongan, M. Azmi Basyir, menatap dengan sedih kondisi kantornya yang luluh lantak dihancurkan perusuh.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Puing-puing bata merah dan kerangka besi yang sudah hangus menjadi saksi bisu tragedi 30 Agustus 2025.

Di antara reruntuhan itu, Ketua DPRD Kota Pekalongan, M Azmi Basyir, berdiri dengan tatapan nanar.

Pakaian putih yang dikenakan kontras dengan dinding gedung yang menghitam.

Menurutnya, pasca kebakaran yang meluluhlantakkan gedung DPRD dan kantor pemerintahan, langkah pemulihan tidak hanya sebatas wacana.

Pembangunan ulang bisa memakan waktu 1–2 tahun, sementara pelayanan publik harus tetap berjalan.

Oleh karena itu, DPRD akan berkirim surat langsung kepada Presiden RI dan DPR RI untuk meminta dukungan, terutama melalui Komisi XI (bidang keuangan) dan Komisi V (bidang PUPR).

“Kalau kami paksa bangun sendiri, ujung-ujungnya masyarakat yang terbebani. Saya tidak mau hal itu terjadi. Pemulihan harus dilakukan bersama, dengan dukungan pemerintah pusat,” ujarnya.

Foto-foto kehancuran gedung DPRD yang hangus terbakar menambah pilu suasana.

Besi-besi melengkung, dinding menghitam, dan ruang rapat yang kini hanya tersisa debu, seakan menyuarakan jeritan Pekalongan.

Azmi menegaskan, kondisi fiskal kota saat ini semakin berat, terlebih dengan isu pemotongan transfer daerah dan tuntutan efisiensi dari pusat.

“Tanpa bantuan pemerintah pusat, kondisi ini bisa semakin menekan. Kami ingin ada audiensi langsung, agar Pekalongan mendapat perhatian serius,” lanjutnya.

Ia pun berharap masyarakat ikut mendoakan dan mendukung perjuangan ini.

“Pemulihan bukan sekadar membangun gedung, tetapi menjaga agar pelayanan publik dan program pembangunan masyarakat tetap berjalan. Dengan gotong royong dan doa, saya yakin Pekalongan bisa bangkit dari puing-puing ini,” pungkasnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #tragedi 30 Agustus #Ketua DPRD Kota Pekalongan M Azmi Basyir