Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tragedi 30 Agustus 2025 Sisakan Luka, TNI-Polri Ajak Warga Kota Pekalongan Kompak Jaga Kota

Lutfi Hanafi • Kamis, 2 Oktober 2025 | 23:25 WIB

KOMPAK - Forkopimda, perwakilan masyarakat, pam swakarsa, satpam hingga tokoh masyarakat berfoto bersama, usai apel di halaman Mapolres Pekalongan Kota, Kamis (2/10/2025).
KOMPAK - Forkopimda, perwakilan masyarakat, pam swakarsa, satpam hingga tokoh masyarakat berfoto bersama, usai apel di halaman Mapolres Pekalongan Kota, Kamis (2/10/2025).


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Luka mendalam masih terasa usai tragedi 30 Agustus 2025 lalu, amukan massa yang berujung pada pembakaran, perusakan, hingga penjarahan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Pekalongan.

Ironisnya, mayoritas pelaku justru berasal dari kalangan anak di bawah umur. Fakta ini memantik keprihatinan sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Kota Pekalongan.

Sebagai bentuk refleksi dan komitmen menjaga kota, Apel PAM Swakarsa dan Apel Siaga Bencana digelar di halaman Mapolres Pekalongan Kota, Kamis 2 Oktober 2025.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Awasi Ketat Program MBG, Pastikan Aman dan Tepat Sasaran

Ratusan peserta hadir, mulai dari jajaran TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, PMI hingga unsur masyarakat.

Usai apel, Forkopimda melakukan pengecekan peralatan kesiapsiagaan bencana dan perlengkapan pengamanan.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi menegaskan pentingnya kebersamaan antara aparat dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas kota. 

Baca Juga: Kota Pekalongan Peringati Hari Kesaktian Pancasila di Tengah Puing Kebakaran

“Kita tidak bisa sendiri. Peristiwa kemarin adalah alarm keras. Mayoritas pelaku masih remaja, ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga generasi penerus bangsa agar tidak salah jalan,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungannya.

“Komunikasi jangan terputus. Segera laporkan jika ada potensi gangguan. Jangan sampai kita lengah, karena keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Nada serupa disampaikan Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang. Menurutnya, jika dulu musuh bangsa adalah penjajah, kini tantangannya datang dari dalam. 

“Pendahulu kita berjuang melawan penjajah dengan darah dan nyawa. Kini tantangan kita adalah menjaga persatuan. Jangan mudah terprovokasi, jangan biarkan hal kecil memecah belah kita,” katanya.

Dandim menegaskan bahwa keamanan hanya bisa dijaga dengan kekompakan. “Pekalongan adalah rumah kita. Kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi?” ujarnya penuh semangat.

Baca Juga: CDC Dupan Hadirkan DJ Una, Pesta Halloween Pekalongan Dijamin Pecah!

Apel bersama itu menjadi simbol harapan baru, bahwa keamanan Kota Pekalongan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab seluruh warganya.

Dengan solidaritas dan kepedulian sosial, tragedi serupa diyakini tidak akan terulang kembali.

Sementara itu, Plt Kasatpol PP Kota Pekalongan, Wismo, menyoroti pentingnya mitigasi sejak lingkungan terkecil. Kalau RT kondusif, maka RW, kelurahan hingga kota juga akan ikut aman.

Baca Juga: Apel Perdana, Wakil Bupati Batang Suyono Bicara Loyalitas dan Efisiensi

"Kuncinya kepedulian. Jangan cuek terhadap tetangga atau pendatang baru, karena kepedulian itu yang bisa mempersempit ruang gerak oknum yang ingin membuat kerusuhan,” jelasnya.

Ia mengingatkan, tragedi 30 Agustus 2025 adalah bukti nyata ketika kepedulian mulai luntur, sehingga masyarakat mudah terprovokasi. 

“Kalau kita bersatu, generasi muda bisa kita jaga, Pekalongan bisa kita amankan, dan bangsa ini bisa tetap kokoh,” demikian pesan yang menggema di halaman Mapolres Pekalongan Kota.(han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Polres Pekalongan Kota #Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi #Pam Swakarsa