METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah deretan stan buku yang berjajar rapi di GOR Jetayu, empat siswi SDN Panjang Wetan 01 tampak sibuk menelusuri tumpukan buku.
Clarissa, Diah, Kinan, dan Julieta yang masih duduk di bangku kelas 5 SD ini memilih buku dengan mata berbinar.
Bukan komik yang mereka incar, melainkan judul-judul seperti Terapi Emosi, Terapi Trauma, hingga novel horor Kamar 15.
“Yang penting mereka mau membaca. Semangat seperti ini jarang,” ujar Wahyu hangat.
Pemandangan sederhana ini menggambarkan minat baca generasi muda di Kota Pekalongan semakin tumbuh.
Baca Juga: Ngaku Jadi Korban Pembacokan, Ternyata Anak Ini Juga Ikut Tawuran, Polisi Beber Fakta SebenarnyaMelalui Festival Literasi 2025 bertema “Ayo Wisata Literasi”, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan berupaya menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.
Festival yang digelar 6–11 November 2025 ini menampilkan 52 stan dari berbagai OPD, Dekranasda, UMKM, hingga penerbit lokal.
Tak hanya bazar buku, ada juga talkshow literasi, pelatihan menulis, lomba bercerita, hingga drama musikal dan marching band dari sekolah-sekolah di Pekalongan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinarpus Kota Pekalongan, Mahbub Syauqi menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan untuk meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat.
“Tahun 2021 Pekalongan masih di peringkat 33 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Tahun 2023 sudah naik ke posisi 4, dan tahun ini kami berdoa bisa meningkat lagi,” katanya optimistis.
Selain bazar buku, festival ini memberikan penghargaan kepada pegiat literasi, perpustakaan masyarakat terbaik, dan peminjam buku terbanyak.
Antusiasme tak hanya datang dari pelajar, tapi juga mahasiswa dan warga umum yang menikmati suasana edukatif dan rekreatif di satu tempat.
Dengan semangat “Ayo Wisata Literasi”, Pekalongan membuktikan bahwa membaca bukan hanya kegiatan di ruang sunyi, tetapi perayaan ide, imajinasi, dan masa depan.
Di tengah hiruk-pikuk dunia digital, semangat Clarissa dan teman-temannya menjadi pengingat, bahwa buku masih punya tempat istimewa di hati generasi muda.
Festival Literasi 2025 resmi dibuka oleh Bunda Literasi Kota Pekalongan Hj Inggit Soraya, dengan pemotongan pita melati simbolik.
Dalam kunjungannya, Inggit juga sempat berkeliling bazar dan membeli buku Ensiklopedi Pengobatan Islami di salah satu stan penerbit local Al Faza Production.
“Kegiatan seperti ini penting agar masyarakat semakin mencintai buku. Literasi itu jendela masa depan,” ucap Inggit. (han/ida)