METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Keluhan masyarakat Kota Pekalongan terkait maraknya aksi balap liar dan suara bising knalpot brong akhirnya mendapat respons tegas dari kepolisian.
Satgas Kamseltibcar Lantas Operasi Zebra Candi 2025 Polres Pekalongan Kota turun ke titik favorit anak muda menggeber motor saat malam tiba di Jalan Interchange Exit Tol Setono, Sabtu malam 22 November 2025.
Operasi ini dipimpin Kasat Lantas AKP Andi Susanto bersama puluhan personel. Begitu operasi dimulai, satu persatu kendaraan yang dicurigai terlibat balap liar dihentikan dan diperiksa.
Tak butuh waktu lama, puluhan remaja berhasil diamankan. Sebagian kedapatan menggunakan motor dengan knalpot brong, yang selama ini dikeluhkan warga karena mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
Penertiban ini menjadi bagian dari Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar serentak oleh Polda Jawa Tengah (Jateng) selama 14 hari.
Operasi ini menargetkan sejumlah pelanggaran, mulai dari pengendara tanpa helm SNI, kendaraan tidak laik jalan, pelanggaran lalu lintas berat, hingga balap liar yang berisiko menimbulkan kecelakaan dan keresahan warga.
Kasat Lantas AKP Andi menegaskan, operasi ini bukan sekadar penindakan, tetapi juga upaya menciptakan ruang berkendara yang aman dan manusiawi.
“Kami ingin memastikan lalu lintas di Pekalongan aman dan tertib, terutama pada titik-titik rawan balap liar,” tegasnya.
Malam itu, para remaja yang terjaring tak hanya diamankan. Mereka juga mendapat pembinaan langsung dari petugas, terutama mengenai bahaya menggunakan knalpot tidak standar.
Suara bisingnya bukan hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga kenyamanan warga sekitar yang ingin beristirahat.
Polisi menekankan, penanganan balap liar dilakukan bertahap, mulai dari, preemtif (penyuluhan), preventif (pencegahan dan patroli rutin), hingga represif (penertiban dan penindakan).
Semua dilakukan secara humanis agar kesadaran tertib berlalu lintas tumbuh dari dalam diri warga, terutama generasi muda.
Polres Pekalongan Kota memastikan operasi serupa akan terus dilakukan, terutama di titik rawan seperti Exit Tol Setono, kawasan perkotaan, hingga jalur lingkungan yang sering menjadi ajang balapan dadakan.
Harapannya, kesadaran berlalu lintas yang baik tidak hanya menciptakan jalan yang aman, tetapi juga lingkungan yang lebih nyaman dan tertib bagi seluruh masyarakat. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla