Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

TPA Degayu Kota Pekalongan Ditutup, Namun Perawatannya Tidak Pernah Berhenti

Lutfi Hanafi • Kamis, 27 November 2025 | 01:25 WIB

KUNJUNGAN - Wawalkot Pekalongan Hj Balgis Diab saat meninjau langsung perawatan TPA Degayu saat monev, pada Rabu (26/11/2025).
KUNJUNGAN - Wawalkot Pekalongan Hj Balgis Diab saat meninjau langsung perawatan TPA Degayu saat monev, pada Rabu (26/11/2025).


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Menjelang waktu Dzuhur, rombongan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan tiba di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu Pekalongan Utara.

Meski gerbangnya tak lagi dibuka untuk truk pengangkut sampah, namun pekerjaan di area itu belum benar-benar mati.

Hal itu dipastikan oleh Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan Hj Balgis Diab bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan Joko Purnomo yang melakukan monitoring dan evaluasi (monev), Rabu 26 November 2025.

Di balik status ditutup, TPA Degayu ternyata masih menjalani perawatan intensif untuk memastikan keselamatan lingkungan dan kesehatan warga tetap terjaga.

Tim monev pun turun langsung memantau pengolahan sampah, penataan area, hingga pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang menjadi salah satu titik kritis pasca penutupan.

“TPA ini memang sudah ditutup, tetapi bukan berarti kita tinggal begitu saja,” tegas Balgis di sela kunjungannya.

Menurutnya, penutupan justru membawa tanggung jawab baru. Yakni, bagaimana memastikan sisa timbunan sampah yang masih mengandung potensi risiko tidak mencemari tanah, air, atau permukiman sekitar.

Pemerintah kini menerapkan pola open dumping terkontrol, sebuah sistem yang memungkinkan penataan sampah secara bertahap agar tidak menimbulkan bau menyengat maupun gangguan lingkungan lainnya.

“Kami terus melakukan pembenahan agar sampah yang dulu menumpuk dapat dikelola dengan baik,” lanjutnya.

Salah satu fokus dalam monev kali ini, adalah penanganan tumpukan sampah yang sebelumnya menutup akses utama TPA.

Dari pantauan, saat ini sudah berkurang hingga 50 meter ke dalam. “Dulu, truk sampah pun susah masuk,” ungkapnya.

Penataan akses dianggap penting untuk memperlancar mobilisasi alat berat yang masih bekerja menata sisa sampah dan tanah penutup.

Namun ancaman terbesar dari TPA yang berhenti beroperasi bukan hanya bau atau visual yang tidak sedap, melainkan lindi atau cairan pekat berwarna hitam hasil pembusukan sampah.

“Lindi dapat menyusup ke tanah dan merembes sampai ke tambak atau sumur warga jika tidak ditangani serius,” tandasnya.

IPAL di TPA Degayu kini terus dimaksimalkan. Hal ini untuk memastikan air terkontaminasi tidak keluar ke lingkungan sekitar sebelum melewati proses pengolahan.

“Lindi ini wajib diolah. Kami tidak ingin ada potensi pencemaran yang mengganggu kesehatan warga,” imbuh Balgis.

Kunjungan ini, sebut Balgis, menunjukkan komitmen Pemkot Pekalongan tidak berhenti meski TPA telah resmi ditutup. Monev rutin dilakukan agar transisi pengelolaan sampah ke sistem baru tetap aman dan terkendali.

“Harapannya, langkah-langkah ini memberikan dampak positif bagi pembangunan Kota Pekalongan ke depan,” tutup Wakil Wali Kota Pekalongan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Wawalkot Balgis #Wakil Walikota Pekalongan Hj Balgis Diab #dinas lingkungan hidup #TPA Degayu #Pengolahan air limbah #Open Dumping #sampah