Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Wali Kota Ajak HIPMI Gaspol Bangun Kota Pekalongan dengan Ide Out of the Box

Lutfi Hanafi • Selasa, 2 Desember 2025 | 01:08 WIB
LANTIK  - Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid sata hadir dan melantik pengurus BPC HIPMI Kota Pekalongan periode 2025–2028, pada Minggu malam (30/11/2025).
LANTIK  - Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid sata hadir dan melantik pengurus BPC HIPMI Kota Pekalongan periode 2025–2028, pada Minggu malam (30/11/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid meminta anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

Terutama untuk mendorong percepatan pembangunan kota lewat ide kreatif dan inovatif.

Hal tersebut ditegaskan wali kota di hadapan ratusan pengusaha muda dalam pelantikan pengurus baru BPC HIPMI Kota Pekalongan periode 2025–2028, pada Minggu malam 30 November 2025.

Menurutnya, peran HIPMI tidak sekadar menjadi komunitas bisnis, tetapi juga mitra strategis bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.

Tidak semua ide itu harus dari pemerintah, apalagi Pemkot bekerja hampir tanpa libur. 

“Justru anak-anak muda HIPMI inilah yang kita harapkan membawa ide-ide segar untuk kemajuan Kota Pekalongan,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Ia memuji dinamika HIPMI selama dipimpin ketua sebelumnya, Judystira Chandra, telah menghidupkan organisasi dengan berbagai program progresif.

Namun Mas Aaf menekankan bahwa estafet itu harus “digaspol” oleh ketua HIPMI baru, M Ridzky Arwieda.

“Kami melihat pengurus HIPMI ini mayoritas anak muda yang sudah melek teknologi, aktif di dunia digital, kreatif, dan berani berinovasi. Modal ini sangat penting menghadapi tantangan zaman,” lanjutnya.

Di sisi lain, Ridzky selaku ketua terpilih berkomitmen memperkuat dua hal. Yakni internal organisasi dan kolaborasi strategis dengan Pemkot Pekalongan.

HIPMI bukan sekadar kumpulan pengusaha, tetapi wadah gagasan yang mampu memberikan perspektif baru bagi penyelesaian isu-isu daerah.

“Target kami jelas, bersinergi dengan pemerintah dalam penanganan sampah, penguatan digitalisasi UMKM, memanfaatkan teknologi yang selama ini belum tersentuh, dan memetakan masalah kota secara komprehensif,” ujar Ridzky.

Ia juga optimistis, HIPMI bisa menjadi generator perkembangan ekonomi kreatif kota batik, mengingat semakin banyak pengusaha muda yang bergerak di bidang kuliner, fashion, digital marketing, hingga teknologi layanan.

Mantan Ketua HIPMI Kota Pekalongan, Judystira Chandra, yang kini dipercaya sebagai pengurus BPC HIPMI Pantura Raya, hadir memberikan pesan penting.

Menurutnya, pengurus baru harus menjaga kekompakan organisasi yang selama ini telah tumbuh di Kota Pekalongan.

Ia menyoroti wilayah Pantura Raya memiliki keunggulan berupa sinergi antarkota yang kuat dan dukungan kepala daerah yang solid.

“Kami ingin memperkuat konsolidasi antar-BPC HIPMI di Pantura sehingga lahir program-program kolaboratif yang dampaknya terasa nyata bagi pertumbuhan ekonomi kawasan,” tuturnya.

Pelantikan pengurus HIPMI periode 2025–2028 itu bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan penanda arah baru hubungan antara pemerintah dan pengusaha muda.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Ajak Pengusaha Batik Terapkan Industri Hijau untuk Ekspor 

Mas Aaf yakin, pemikiran anak muda yang energik dan pola kerja kreatif sangat dibutuhkan di tengah cepatnya perubahan ekonomi modern.

“Mudah-mudahan program-program pengurus baru nanti dapat semakin menyatu dengan kebutuhan Kota Pekalongan. Apa yang sudah dimulai Mas Judys bisa dilanjutkan dengan lebih agresif di era Mas Ridzky,” pungkasnya. (han/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #hipmi #pekalongan #Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) #Mas Aaf #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid