METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan Hj Balgis Diab meresmikan perpindahan kantor Kelurahan Kauman dari Jalan Maninjau ke Jalan Singkarak, tepatnya di kawasan Kompleks SDN Keputran 4, Kecamatan Pekalongan Timur.
Peresmian ini bukan sekadar perpindahan fisik kantor pemerintahan. Di momen yang sama, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan juga mengimplementasikan Program Cetingbambu, inovasi sosial untuk menekan angka stunting.
“Ini menandai babak baru pelayanan publik yang lebih dekat dan berdampak langsung bagi warga,” katanya, Senin 15 Desember 2025.
Dalam kesempatan tersebut hadiri Camat Pekalongan Timur Darminto, Lurah Kauman beserta jajarannya, pemangku wilayah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.
Prosesi syukuran sederhana dilakukan dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai simbol harapan agar kantor baru membawa keberkahan bagi masyarakat Kauman.
Wawalkot Balgis menjelaskan, perpindahan kantor ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan efektivitas pelayanan publik.
Meski masih terdapat keterbatasan sarana, ia menegaskan pelayanan administrasi kepada warga harus tetap optimal.
“Hari ini kita meresmikan Kantor Kelurahan Kauman yang berpindah dari Jalan Maninjau ke Jalan Singkarak. Harapannya, pelayanan kepada masyarakat Kauman bisa semakin baik dan mudah dijangkau,” kata Balgis.
Perlu diketahui, gedung kantor Kelurahan Kauman lama di Jalan Maninjau kini dialihfungsikan sebagai kantor sekaligus studio Batik TV Pekalongan.
Usai peresmian, Wawalkot Balgis meninjau langsung berbagai ruangan dan fasilitas di kantor kelurahan baru.
Ia juga menyempatkan diri menyapa warga yang tengah mengurus surat-menyurat. Itu menunjukkan, pelayanan publik berjalan sejak hari pertama operasional.
Pada kesempatan yang sama, Balgis juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada keluarga berisiko stunting melalui Program Cetingbambu, singkatan dari Cegah StunTING dengan Bantu Mung SeriBU.
Program tersebut merupakan inovasi Kecamatan Pekalongan Timur yang mengedepankan kepedulian bersama dan gotong royong, dengan melibatkan pegawai pemerintah untuk menyisihkan sebagian rezekinya guna membantu keluarga berisiko stunting.
Bantuan difokuskan pada pemenuhan gizi ibu hamil, balita, serta keluarga yang masuk kategori rentan stunting.
“Program ini tidak dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi dari nilai manfaat dan keberkahannya. Semoga apa yang kita berikan bisa membantu dan membawa kebaikan bagi masyarakat,” tutur Balgis.
Sementara itu, Camat Pekalongan Timur Darminto memastikan, perpindahan kantor tidak mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.
Meski masih dalam keterbatasan fasilitas, pelayanan administrasi tetap berjalan normal dan responsif.
Dengan kantor baru yang langsung aktif melayani dan program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga, Kelurahan Kauman memulai langkah baru, pelayanan publik yang lebih dekat, informasi yang lebih terbuka, dan kepedulian nyata terhadap masa depan generasi.
“Walaupun saat ini masih melibatkan pegawai di lingkungan Kecamatan Pekalongan Timur, hasilnya sudah bisa dirasakan masyarakat. Bantuan diserahkan langsung kepada warga yang membutuhkan,” jelasnya.
Darminto berharap ke depan program Cetingbambu dapat terus berlanjut dan dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas.
“Harapannya, program ini semakin besar, penerima manfaat bertambah, dan angka stunting di wilayah Pekalongan Timur bisa terus ditekan,” pungkasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla