METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah wacana penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid justru mengambil sikap berbeda.
Ia menegaskan, ASN di Kota Batik sebaiknya tetap bekerja dari kantor demi menjaga kualitas pelayanan publik. Pernyataan itu disampaikan wali kota yang akrab disapa Mas Aaf, Minggu 5 April 2026.
Dengan nada tegas, ia menyebut kebijakan WFH berpotensi menurunkan kinerja pelayanan jika diterapkan secara luas di daerah.
“Kalau WFH, nanti ASN bisa jadi kurang optimal. Pelayanan ke masyarakat itu butuh kehadiran langsung, bukan sekadar dari rumah,” ujarnya.
Mas Aaf bahkan menilai, WFH berisiko menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Ia menyoroti kemungkinan ASN tetap menerima gaji penuh tanpa pelayanan maksimal jika bekerja dari rumah.
Namun demikian, ia tidak menutup mata terhadap tujuan pemerintah pusat yang mengkaji WFH, terutama terkait efisiensi energi dan penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Hanya saja, menurutnya, solusi tersebut tidak harus melalui WFH.
Sebagai alternatif, Mas Aaf justru mendorong pola kerja yang lebih kontekstual dengan kondisi Kota Pekalongan.
Ia mengusulkan ASN tetap masuk kantor, tetapi mulai beralih ke transportasi ramah lingkungan pada hari-hari tertentu.
“Kalau tujuannya hemat energi, tetap ngantor saja. Tapi bisa disiasati dengan jalan kaki, naik angkutan umum, atau bersepeda,” katanya.
Gagasan ini dinilai lebih realistis mengingat karakteristik geografis Kota Pekalongan yang relatif kecil dan mudah dijangkau.
Berbeda dengan kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, atau Surabaya, jarak antarinstansi di Pekalongan dinilai masih sangat memungkinkan ditempuh tanpa kendaraan bermotor.
Menurut Mas Aaf, sebagian besar kantor pemerintahan berada dalam radius yang terjangkau.
Hanya beberapa instansi seperti Dinas Pertanian dan Pangan yang lokasinya cukup jauh.
Dengan kondisi tersebut, ia menegaskan bahwa WFH bukanlah pilihan utama, melainkan opsi terakhir jika memang diperlukan.
“Untuk Kota Pekalongan, saya kira ASN masih sangat memungkinkan bersepeda atau bahkan berjalan kaki ke kantor,” tegasnya.
Menariknya, dorongan ini justru mendapat respons positif dari kalangan ASN.
Mas Aaf mengungkapkan tidak ada penolakan, bahkan sebagian besar mendukung kebijakan tersebut.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas pelayanan publik tetap optimal, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam penghematan energi dan upaya pelestarian lingkungan. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla