Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Direktur Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan, Muhammad Affan, Dari Guru TPQ Jadi Direktur PDAM, Misinya Kini Benahi Air Brsih Kota Pekalongan

Lutfi Hanafi • Sabtu, 11 April 2026 | 19:36 WIB
CEK LAPANGAN : Direktur Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan Muhammad Affan melakukan pengecekan aliran air PDAMK di rumah-rumah warga. (DOK. PDAM KOTA PEKALONGAN)
CEK LAPANGAN : Direktur Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan Muhammad Affan melakukan pengecekan aliran air PDAMK di rumah-rumah warga. (DOK. PDAM KOTA PEKALONGAN)

METRO PEKALONGAN.COM, Pekalongan - Perjalanan hidup Muhammad Affan menjadi cermin bahwa kesuksesan tidak lahir secara instan.

Dari seorang mahasiswa yang terbiasa berdagang pakaian dan koran, hingga mengajar di Taman Pendidikan Alquran (TPQ), kini ia dipercaya memimpin Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan.

Kini mengemban misi besar membenahi layanan air bersih agar semakin baik dari hari ke hari.

Affan mengawali kisah profesionalnya selepas lulus kuliah pada 1994. Setahun kemudian, ia merantau ke Jakarta dan bekerja di perusahaan developer dan kontraktor sebagai staf pengawasan pengendalian.

Di tempat itulah ia belajar tentang disiplin, manajemen, dan tanggung jawab. Kariernya pun berkembang pesat hingga dipercaya menduduki posisi manajer keuangan sebelum akhirnya memutuskan pulang ke kampung halaman di Rembang pada 1999.

Kepulangannya bukan tanpa alasan. Di tengah dinamika pasca-krisis ekonomi, Affan memilih jalur wirausaha.

Ia mendirikan usaha tambang batu kalsit pada tahun 2000, sekaligus membangun koperasi simpan pinjam berbasis masyarakat. Bahkan, ia juga sempat menjadi ketua BMT di Rembang.

Jiwa kewirausahaannya yang telah terasah sejak masa kuliah menjadi fondasi kuat dalam setiap langkahnya. Tak berhenti di dunia usaha, Affan kemudian menjajal peran di ranah publik.

Tahun 2003 menjadi titik balik ketika ia lolos seleksi sebagai Komisioner KPU Kabupaten Rembang.

Selama satu dekade, ia berkiprah di lembaga penyelenggara pemilu tersebut. Bahkan dipercaya sebagai ketua KPU pada periode 2008—2013.

Pengalaman itu membentuk kematangan kepemimpinan sekaligus memperluas perspektifnya dalam mengelola organisasi.

Di sela aktivitasnya, Affan juga pernah mengabdikan diri sebagai guru kewirausahaan di salah satu SMK swasta di Rembang selama hampir 10 tahun.

Dunia pendidikan, baginya adalah ruang berbagi nilai dan pengalaman. Ia percaya, keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian pribadi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.

Muhammad Affan (DOK. PDAM KOTA PEKALONGAN)
Muhammad Affan (DOK. PDAM KOTA PEKALONGAN)

Langkah kariernya kemudian berlanjut ke sektor pelayanan publik. Tepatnya di bidang penyediaan air bersih.

Ia dipercaya menjadi Direktur PDAM Kabupaten Rembang sejak 2016 dan kembali menjabat untuk periode kedua hingga 2025. 

Pengalaman panjang itu menjadi bekal penting ketika ia mengikuti seleksi Direktur Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan, hingga akhirnya resmi dilantik pada 5 Januari 2026.

Dalam kepemimpinannya, Affan memegang teguh tiga prinsip utama, yakni tertib, disiplin, dan saling membantu.

Nilai tersebut tidak hanya ia terapkan pada dirinya sendiri, tetapi juga ia dorong menjadi budaya kerja di lingkungan perusahaan. 

“Tertib dan disiplin adalah fondasi. Tapi tanpa semangat saling membantu, organisasi tidak akan kuat,” ujarnya.

Namun, tantangan yang dihadapi di Kota Pekalongan tidaklah ringan. Dari sisi pelayanan, masih banyak keluhan pelanggan yang harus segera ditangani.

Infrastruktur yang ada, sebagian besar merupakan peninggalan lama. Bahkan, ada yang dibangun sejak era pra-kemerdekaan. Hal ini berdampak langsung pada kualitas distribusi air yang belum optimal.

Affan menilai, persoalan utama tidak hanya terletak pada jaringan distribusi, tetapi juga pada ketersediaan air baku.

Kota Pekalongan yang minim sumber air alami sangat bergantung pada air tanah, yang keberlanjutannya semakin terbatas.

Saat ini, kebutuhan air mencapai sekitar 300 liter per detik, sementara pasokan yang tersedia baru sekitar 150 liter per detik.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Affan mendorong penguatan kolaborasi dengan pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Salah satunya melalui pengembangan SPAM regional, serta rencana pembangunan instalasi desalinasi untuk mengolah air payau menjadi air bersih.

Selain itu, opsi pembangunan waduk juga tengah didorong sebagai solusi jangka panjang.

Di awal masa jabatannya, Affan memilih fokus pada konsolidasi internal. Ia menyadari, perubahan besar tidak bisa dilakukan tanpa tim yang solid.

Selama tiga bulan pertama, ia menitikberatkan pada penyamaan visi dan pemahaman seluruh pegawai terhadap konsep pelayanan prima.

“Pelayanan prima itu bukan sekadar slogan. Harus dipahami, dihayati, dan dijalankan bersama,” tegasnya.

Affan juga membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya. Ia mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan keluhan, saran, maupun kritik melalui kanal resmi PDAM.

Menurutnya, masukan dari pelanggan adalah kunci percepatan perbaikan layanan.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya peran pelanggan dalam menjaga keberlangsungan layanan.

Salah satunya dengan membayar rekening air secara rutin. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan, mengingat biaya operasional yang tidak kecil.

Mulai dari pembelian air baku hingga pembayaran listrik dan pemeliharaan jaringan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Affan tetap optimistis. Ia percaya, dengan kerja keras, kolaborasi, dan komitmen bersama, Perumda Tirtayasa mampu bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Baginya, masa lalu adalah pelajaran, bukan beban. Ia lebih memilih menatap ke depan dan merancang masa depan yang lebih baik.

“Kita jangan habiskan energi untuk membahas masa lalu. Fokus kita adalah bagaimana hari ini lebih baik dari kemarin, dan besok lebih baik dari hari ini,” pungkasnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Rembang #PDAM KOTA PEKALONGAN #kota pekalongan #TPQ