Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Warga Pesindon Kota Pekalongan Wahyu Syahreza Juara BMX Internasional yang Bidik FISE World

Lutfi Hanafi • Rabu, 15 April 2026 | 16:49 WIB
DI SELA AKSINYA : Wahyu Syahreza berpose dengan salah satu sepeda BMX andalannya di sela-sela Latihan. (DOK. PRIBADI)
DI SELA AKSINYA : Wahyu Syahreza berpose dengan salah satu sepeda BMX andalannya di sela-sela Latihan. (DOK. PRIBADI)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Dari gang sempit di Pesindon, Kota Pekalongan, nama Wahyu Syahreza kini melesat hingga panggung internasional.

Wahyu Syahreza menjuarai ajang BMX internasional di Malaysia dan kini memburu panggung dunia FISE World.

Rider BMX Flatland ini sukses menjuarai ajang CANROLL Pro Urban Sports Festival 2026 di Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia, 8–12 April 2026, sekaligus membuka jalan menuju target yang lebih besar FISE World.

Wahyu mencatatkan skor tertinggi 67,03, unggul tipis dari rider tuan rumah Sheikh Muhamad Taslim (66,81) dan Renz Viaje asal Filipina (66,63).

Kemenangan ini terasa spesial, mengingat persaingan berlangsung ketat hingga selisih hanya 0,22 poin di babak penentuan.

“Masih tidak menyangka bisa juara dan mengalahkan rider dari negara lain. Senang sekali,” ujar Wahyu saat ditemui Jawa Pos Metro Pekalongan, Selasa 14 April 2026.

Kunci kemenangan Wahyu terletak pada kemampuannya merangkai kombinasi trik ban depan dan belakang dalam satu alur gerakan yang mulus.

Di level internasional, ia menilai kesempurnaan eksekusi menjadi faktor penentu dibanding sekadar tingkat kesulitan trik.

Saat menghadapi lawan tangguh dalam format head-to-head, Wahyu justru memilih tampil tanpa beban. Fokus penuh pada diri sendiri menjadi strategi mental yang membawanya tampil maksimal.

Perjalanan Wahyu tidak instan. Ia mulai mengenal BMX sejak 2012 di kawasan Monumen Pekalongan. Saat itu, ia hanya diajak mencoba oleh teman, namun langsung jatuh cinta.

“Waktu pertama kali coba, malam itu juga langsung bisa. Rasanya senang, nyaman, dan dari situ saya merasa ini passion saya,” kenangnya.

Namun jalan yang dilalui tidak selalu mulus. Di usia sekolah dasar, ia sempat tidak mendapat restu orang tua. Lingkungan sekitar pun meragukan pilihannya, bahkan menyebut olahraga tersebut berisiko tinggi.

Alih-alih menyerah, Wahyu justru semakin yakin. Baginya, BMX bukan sekadar olahraga, tetapi ruang kebahagiaan.

Keterbatasan fasilitas menjadi tantangan tersendiri. Wahyu kerap berpindah-pindah tempat latihan, bahkan harus menghadapi penertiban saat berlatih di ruang publik.

“Kadang latihan diusir, tapi justru tempat-tempat itu yang paling enak buat latihan,” ujarnya.

Kini, ia memanfaatkan pekerjaannya di sektor wisata sebagai peluang. Selain tampil dalam pertunjukan BMX harian, ia juga bisa berlatih lebih intensif. Rutinitasnya dilengkapi latihan fisik di gym untuk menjaga daya tahan.

Menurutnya, konsistensi adalah kunci. Latihan setiap hari membentuk “muscle memory” yang membantu menciptakan kombinasi trik yang mengalir alami.

CANROLL Pro Urban Sports Festival 2026 diikuti lebih dari 200 atlet dari berbagai negara, mulai dari Prancis, Afrika Selatan, hingga Asia Tenggara. Ajang ini juga menjadi pembuka tur dunia Urban World Series 2026.

Usai kemenangan ini, Wahyu langsung membidik rangkaian kompetisi berikutnya di Kedah (Mei) dan Subang, Selangor (Juli).

Puncaknya, ia menargetkan tampil di FISE World, ajang bergengsi olahraga urban yang digelar di berbagai negara.

Namun bagi Wahyu, target bukan sekadar podium. “Kompetisi luar negeri bukan hanya soal menang. Membangun koneksi dengan rider dunia juga penting,” katanya.

Di balik prestasinya, Wahyu tetap mengingat akar perjalanannya di Pesindon, Gang 3B, Kota Pekalongan. Ia berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Pekalongan.

“Setiap orang pasti punya kendala. Tapi jangan fokus di kendala, fokuslah bagaimana caranya terus berkembang,” pesannya.

Dari gang kecil menuju panggung dunia, Wahyu Syahreza membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi besar.

Kini, langkahnya tak lagi sekadar mengayuh sepeda, tetapi juga membawa nama Indonesia menuju pentas dunia. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#FISE World #Wahyu Syahreza #Juara BMX Internasional #Pesindon #kota pekalongan