Ecoprint Ramah Lingkungan, Proses Kreatif Bernilai Ekonomi Tinggi

Magang • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:05 WIB
PEMBERDAYAAN UMKM : Pelatihan "Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Kompetensi dan Naik Kelas melalui Basic Class Ecoprint Teknik Steam" yang dilaksanakan Rumah BUMN (RB) Pekalongan berkolaborasi dengan Dekranasda Kota Pekalongan di Aula Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan, Rabu 22 Juli 2026. (MOCH.FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
PEMBERDAYAAN UMKM : Pelatihan "Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Kompetensi dan Naik Kelas melalui Basic Class Ecoprint Teknik Steam" yang dilaksanakan Rumah BUMN (RB) Pekalongan berkolaborasi dengan Dekranasda Kota Pekalongan di Aula Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan, Rabu 22 Juli 2026. (MOCH.FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ecoprint bukan sekadar teknik menghias kain, tapi proses kreatif yang memanfaatkan kekayaan alam menjadi produk bernilai ekonomi.

Ecoprint ini menjadi salah satu peluang usaha yang memiliki nilai seni sekaligus ramah lingkungan, dapat meningkatkan daya saing produk local.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya S.Sn MM, saat membuka pelatihan "Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Kompetensi dan Naik Kelas melalui Basic Class Ecoprint Teknik Steam" yang dilaksanakan Rumah BUMN (RB) Pekalongan berkolaborasi dengan Dekranasda Kota Pekalongan di Aula Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan, Rabu 22 Juli 2026.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk yang kreatif dan memiliki daya saing. "Kami berharap para pelaku UMKM terus mengembangkan kreativitasnya," kata Inggit Soraya.

Dalam pelatihan ini, menghadirkan Owner Kraka Official, Lyla Baghowi, sebagai narasumber utama. Para peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari pemilihan daun, penataan motif, hingga proses pengukusan (steam) yang menjadi ciri khas teknik ecoprint.

Dalam sesi praktik, mengajak peserta mempelajari teknik pembuatan ecoprint menggunakan daun, bunga, dan berbagai material alami untuk menghasilkan motif kain yang unik sekaligus ramah lingkungan.

"Setiap daun memiliki bentuk dan karakter yang berbeda sehingga menghasilkan motif yang tidak pernah sama. Justru keunikan itulah yang menjadi nilai jual utama produk ecoprint," jelasnya.

Dengan metode tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkannya pada produk fashion maupun kerajinan yang dikembangkan masing-masing.

Salah seorang peserta pelatihan, Siti Aminah mengaku, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru untuk mengembangkan usahanya.

"Saya jadi tahu bahwa bahan-bahan alami di sekitar kita ternyata bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi. Ilmu ini sangat bermanfaat untuk menambah variasi produk UMKM," ungkapnya.

Tanggapan senada disampaikan peserta lainnya, Rina Wulandari. Ia menilai pelatihan semacam ini mampu meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM untuk menghasilkan produk yang lebih inovatif.

"Selama ini saya hanya mengenal teknik pewarna biasa. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya ingin mencoba membuat produk ecoprint sendiri karena peluang pasarnya cukup menjanjikan," katanya.

Melalui kolaborasi antara Rumah BUMN Telkom Pekalongan dan Dekranasda Kota Pekalongan, pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen dalam mendukung pengembangan UMKM lokal.

“Selain meningkatkan kompetensi pelaku usaha, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan produk-produk kreatif yang berdaya saing, memperluas akses pasar, serta mendorong UMKM Kota Pekalongan semakin berkembang dan naik kelas,” jelasnya. (moch.falahuddin/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
ecoprint Rumah BUMN pelatihan Dekranasda Kota Pekalongan