Air Menurun Saat Kemarau, Perumda Tirtayasa Siap Tambah Pasokan Air

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 09:22 WIB
PANTAU LANGSUNG - Direktur Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan Muhammad Affan saat memantau langsung penanganan jaringan air.(IST)
PANTAU LANGSUNG - Direktur Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan Muhammad Affan saat memantau langsung penanganan jaringan air.(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan– Air yang mengalir lebih kecil dari biasanya membuat sebagian pelanggan Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan harus menghadapi ketidaknyamanan.

Kondisi itu terjadi setelah pasokan air curah dari PT Tirta Utama Jawa Tengah (TUJT) turun akibat kemarau panjang.

"Kami mohon maaf kepada pelanggan yang terdampak, sekaligus memastikan berbagai langkah teknis sedang dilakukan untuk mempertahankan distribusi air bersih," ucap Direktur Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan Muhammad Affan, pada Selasa (15/9/2026).

Salah satu wilayah yang mengalami penurunan pasokan berada dalam cakupan Offtake DLH. Dalam kondisi normal, titik pasokan ini menerima sekitar 55 liter per detik (lps). Namun kini debitnya hanya berada di kisaran 20 lps.

Penurunan tersebut berdampak terhadap wilayah pelayanan yang meliputi Jalan Progo, Jalan Diponegoro, Kraton Lor, Kraton Kidul, Pabean, Jeruksari, Bandengan, Kandang Panjang hingga Bugisan.

Baca Juga: IKM Kota Pekalongan Bisa Daftar Merek Cuma Rp500 Ribu

Baca Juga: Sekolah Tak Cuma Soal Ilmu, Pelajar Juga Belajar Tertib

Muhammad Affan mengatakan kondisi tersebut merupakan dampak langsung dari berkurangnya debit air curah selama periode kemarau panjang.

"Untuk mengurangi dampak penurunan pasokan, Perumda Tirtayasa melakukan penambahan sumber air melalui Sumur Bor Sorogenen," jelasnya.

Sumber tersebut dioptimalkan untuk membantu memenuhi kebutuhan distribusi pelanggan di wilayah pelayanan Offtake DLH.

Selain mencari tambahan pasokan, pengelolaan tekanan jaringan juga menjadi bagian dari strategi perusahaan. Rekayasa dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jaringan dan kemampuan sumber air yang tersedia.

 

Affan mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan debit sumber air sekaligus mengevaluasi kondisi jaringan distribusi. Upaya tersebut dilakukan agar air yang tersedia dapat dibagi dan dialirkan seoptimal mungkin.

Baca Juga: Waspada Modus Tiket KAI via PayLater, Ini Imbauannya

Baca Juga: Jalan Poncowati Alas Roban Batang Kembali Memakan Korban

“Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi sumber maupun jaringan distribusi serta mengupayakan berbagai alternatif untuk menjaga keberlangsungan pelayanan,” kata Affan.

Bagi pelanggan, penurunan debit air mungkin terasa sederhana ketika hanya dilihat dari kecilnya aliran keran. Namun di baliknya terdapat persoalan pasokan, tekanan jaringan dan ketersediaan sumber yang harus ditangani secara teknis.

Ketua Tim Optimalisasi Jalur Mata Air Rogoselo, M. Yan Eka Adiptya menambahkan, Perumda Tirtayasa menyadari penurunan debit dan tekanan air dapat mengganggu aktivitas pelanggan.

Karena itu, pihaknya juga meminta pelanggan membantu menjaga ketersediaan air dengan mengurangi penggunaan yang tidak mendesak selama kemarau.

"Kami juga menghimbau agar pelanggan juga lebih bijak dalam menggunakan pasokan air," serunya.

Imbauan tersebut menjadi penting karena pasokan air curah dari PT TUJT merupakan salah satu penopang sistem pelayanan Perumda Tirtayasa. Sumber tersebut saat ini berkontribusi terhadap pelayanan sekitar 40 persen pelanggan di Kota Pekalongan.

Perumda Tirtayasa, sebut Adiptya memastikan langkah optimalisasi akan terus dilakukan agar pelayanan air bersih tetap berjalan sebaik mungkin selama kemarau panjang belum berakhir.

"Sebenarnya kondisi serupa juga terjadi pada titik pelayanan lain, dengan tingkat penurunan debit yang berbeda-beda. Kami akan terus melakukan penanganan sesuai karakteristik jaringan dan sumber air masing-masing wilayah," tandasnya.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Offtake DLH air kota pekalongan Direktur Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan Muhammad Affan Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan